Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan kenaikan impor di Agustus 2016 sebesar 36,84 persen menjadi US$ 12,34 miliar dibanding Juli 2016. Paling signifikan terjadi pada impor non migas hingga US$ 40,90 persen menjadi US$ 10,58 miliar dari tiga negara langganan impor Indonesia.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo mengungkapkan, kinerja impor non migas melesat US$ 40,90 persen dari US$ 7,51 miliar di Juli 2016 menjadi US$ 10,58 miliar. "Setelah Lebaran, permintaan bahan baku dan barang tancap gas," katanya di kantor BPS, Jakarta, Kamis (15/9/2016).
Advertisement
Sasmito menyebut, impor non migas Indonesia terbesar berasal dari tiga negara pada periode Agustus ini, yakni :
1. China dengan nilai impor US$ 19,45 miliar (25,80 persen). Impor terdiri dari mesin dan peralatan mekanik US$ 4,49 miliar, mesin dan peralatan listrik US$ 3,79 miliar, dan besi baja US$ 1,34 miliar.
2. Jepang yang memasok barang non migas sebesar US$ 8,42 miliar (11,17 persen). Terdiri dari impor mesin dan peralatan mekanik US$ 2,2 miliar, bahan baku dan peralatan mobil US$ 1,8 miliar, mesin dan peralatan listrik US$ 988 juta serta besi dan baja US$ 399 juta.
3. Thailand dengan nilai impor ke Indonesia mencapai US$ 5,90 miliar (7,83 persen). Dengan rincian impor mobil senilai US$ 1,14 miliar, mesin dan peralatan mekanik US$ 985 juta, serta impor gula pasir dan permen US$ 750 juta.
Sementara impor Indonesia dari 9 negara ASEAN sebesar US$ 16,46 miliar (21,84 persen) dan dari Uni Eropa US$ 6,99 miliar (9,27 persen).
Indonesia juga mencatatkan defisit perdagangan dengan negara-negara ini di periode Januari-Agustus 2016, yakni :
1. Korea Selatan (Korsel) terjadi defisit US$ 459,4 juta. Impor Indonesia ke Korsel, antara lain besi dan baja US$ 434 juta, plastik dan barang dari plastik US$ 371 juta.
2. Jerman defisit US$ 306,3 juta. Rincian impor Indonesia ke Jerman, paling banyak impor mesin dan pesawat mekanik US$ 639 juta, mesin dan peralatan listrik US$ 624 juta, kendaraan dan bagiannya US$ 173 juta.
3. Vietnam defisit US$ 333 juta. Paling besar Indonesia impor ke Vietnam meliputi, mesin dan peralatan listrik US$ 678 juta, besi dan baja US$ 213 juta, gandum US$ 211 juta.
4. Australia defisit US$ 1,14 miliar. Indonesia mengimpor dari Australia berupa gandum US$ 620 juta, binatang hidup terutama sapi US$ 379,9 juta, daging hewan atau daging sapi US$ 217 juta.
5. Taiwan defisit US$ 218,4 juta. Tiga besar impor Indonesia dari Taiwan, yaitu mesin dan pesawat mekanik US$ 336 juta, peralatan listrik US$ 236 juta, serta plastik dan barang dari plastik US$ 190 juta. (Fik/Gdn)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374732/original/043919300_1792061733-Screenshot_2026-10-15_173215.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344863/original/068290600_1789009948-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-10T101118.035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374621/original/047021200_1792057036-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T163623.276.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/939219/original/035850100_1438081196-20150728-_Puluhan_Truk_Peti_Kemas_Tertahan_di_Gerbang_JICT-Jakarta-04.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5196560/original/068216900_1745413932-20250423-Perkotaan-ANG_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332112/original/006592600_1787635574-ker2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493389/original/065219100_1770208627-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493387/original/067529500_1770208625-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474423/original/065994600_1768476612-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie-15_Januari_2026-a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349050/original/091513000_1789469699-photo_6145410520937338829_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8469173/original/005214300_1782371613-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_14.07.56.jpeg)