Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jendral Pajak (DJP) tengah melakukan berbagai upaya untuk memungut pajak bagi para pelaku industri e-commerce. Untuk itu, pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) demi mendata industri itu.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro meng‎ungkapkan pihaknya kesulitan mengejar pajak pelaku industri itu karena mayoritas masih belum berbentuk Badan Usaha Tetap (BUT).
"Kominfo akan membuat aturan bahwa perusahaan-perusahaan asing yang bergerak dalam bidang e-commerce, aplikasi dan segala macam harus punya BUT yang merupakan subjek pajak Indonesia," kata Bambang di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Selasa (29/3/2016).
Advertisement
Bambang menambahkan, sampai saat ini pelaku usaha e-commerce yang belum terjamah pajak adalah yang berasal dari negara lain. Sementara e-commerce asal Indonesia sebagian besar sudah menjalankan kewajiban pembayaran pajaknya.
Â
Baca Juga
- BKPM Akui Hanya Keluarkan Izin Portal Website untuk Uber
- Pemerintah Resmikan Pusat Pengembangan E-Government
- Alasan Kominfo Siapkan Aturan untuk Layanan OTT di Tanah Air
‎Dengan tidak ada BUT ini, Bambang menjelaskan maka tidak ada kesetaraan antara industri e-commerce dalam negeri dengan luar negeri. Padahal industri ini sama-sama berebut pasar Indonesia.
‎
"Jadi dengan membayar pajak dan punya BUT, supaya pelaku asing tadi punya kesetaraan dengan pelaku domestik‎," tutur Bambang.
Sememtara di kesempatan terpisah, Dirjen Pajak ‎Ken Dwijugiasteadi menambahkan industri berbasis internet layaknya Google dan Youtube saat ini belum terjamah oleh pajak.
‎
"Google, Youtube, web address-nya kan ada quote-nya Indonesia, itu seharusnya BUT, bentuk usaha tetap, di sini. Sedangkan, web kita di Amerika yang jualan animasi dipajakin, masak mereka yang gede-gede tidak mau? Itu harus (bayar pajak)," ujar dia. (Yas/Ahm)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327521/original/042881300_1787113384-Screenshot_2026-08-19_110246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/673583/original/Ilustrasi-e-commerce-2-140507.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324736/original/090683100_1786766344-ShopeeFood_Media_Asset_Festival_Kuliner_-_August_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325041/original/071624300_1786794217-WhatsApp_Image_2026-08-15_at_11.42.34.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4053871/original/004001900_1655287332-Rencana_BEA_Materai_untuk_belanja_Daring-Johan-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4053876/original/042598000_1655287335-Rencana_BEA_Materai_untuk_belanja_Daring-Johan-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3596926/original/084968200_1633709796-e-commerce.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4572757/original/062237700_1694520111-inovasi_marketplace_live_streaming_untuk_penjualan_toko_online-IMAM_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4053875/original/070526100_1655287334-Rencana_BEA_Materai_untuk_belanja_Daring-Johan-6.jpg)