Sukses

Sinyal Produksi AS Turun Picu Harga Minyak Menguat

Liputan6.com, New York - Harga minyak patokan Amerika Serikat (AS) mampu naik ke level tertinggi pada penutupan perdagangan menjelang akhir pekan ini seiring fokus pelaku pasar beralih terhadap tanda-tanda menurunnya produksi AS.

Pelaku pasar juga melihat potensial pembekuan produksi minyak oleh produsen utama. Penurunan jumlah rig pengeboran yang aktif di AS untuk 11 minggu berturut-turut juga membantu kenaikan harga minyak.

Pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), di New York Mercantile Exchange, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3,9 persen menjadi US$ 35,92 per barel. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak 5 Januari 2016. Selama sepekan, harga minyak WTI menguat 9,6 persen.

Harga minyak Brent bertambah US$ 1,65 atau 4,5 persen menjadi US$ 38,72 per barel di London's ICE Future Exchange. Angka itu merupakan level tertinggi sejak 10 Desember 2016. Harga minyak Brent telah menguat 9,3 persen selama sepekan.

Berdasarkan data Baker Hughes Inc, jumlah pengeboran minyak mentah rig aktif di AS turun menjadi 392 rig. Total rig aktif di AS mencapai 489, dan total rig itu terendah sejak 23 April 1999.

"Turunnya rig minyak mendorong ide kalau produksi minyak AS akan terus menurun dalam beberapa pekan mendatang," kata Tyler Richey, co-editor The 7:00 seperti dikutip dari laman Marketwatch, Sabtu (5/3/2016).

Selain itu, pelaku pasar juga mengantisipasi dari rencana pertemuan produsen minyak utama pada akhir bulan ini. Ada kemungkinan pembahasan soal pembekuan produksi minyak mentah.

"Pertemuan akan berlangsung pada 20 Maret di Moskow. Pertemuan ini akan menyusun strategi kolaboratif yang baik," ujar Ibe Kachikwu, Menteri Sumber Daya Minyak Bumi Nigeria.

Sebelumnya pemasok besar seperti Iran, bagaimana pun telah menunjukkan kalau Iran tidak akan bergabung untuk rencana pembekuan produksi minyak.(Ahm/Igw)

 

Saksikan Live Gerhana Matahari Total, Rabu 9 Maret 2016 di Liputan6.com,
SCTV dan Indosiar Mulai Pukul 06.00 - 09.00 WIB. Klik di sini 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS