Sukses

Manfaatkan Ekonomi China Melambat, RI Bisa Jadi Negara Maju

Liputan6.com, Jakarta - Negara berkembang di dunia saat ini tengah mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu.

China, yang menjadi poros negara berkembang di dunia juga menurun drastis dari pertumbuhan ekonomi 12 persen pada tiga tahun lalu, menjadi 7,4 persen pada 2014.

Ekonomi China melemah itu memang berdampak terhadap perdagangan Indonesia mengingat China menjadi negara tujuan ekspor terbesar Indonesia dalam hal komoditi.

Namun begitu ekonomi China melemah ter‎sebut sebenarnya dapat menjadikan Indonesia lebih maju, mengingat pelemahan negara Tirai Bambu tersebut diakibatkan menurunnya produktivitas industri manufakturnya.

"‎Dari kaca mata bank, China akan slow down, pasar manufacturing akan diambil Vietnam, Pakistan, Bangladesh. Kalau kita tidak ambil peluang ini juga kita tidak bisa atasi lagi ketertinggalan kita. Kalau bisa manfaatkan itu, Indonesia bisa jadi negara maju," kata CEO Bank CIMB Niaga‎, Arwin Rasyid di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (13/11/2014).

Ia mengatakan, sebenarnya dulu Indonesia mempunyai peluang meningkatkan daya saing ketika harga komoditi melambung seiring banyaknya permintaan.

Namun kenyataannya, Indonesia tidak bisa melakukan peningkatan ‎nilai tambah produk komoditi dengan tetap mengandalkan impor barang mentah. Arwin pun mengingatkan, agar hal itu tak kembali terulang.

Dengan APBN yang terbatas, dirinya mejelaskan untuk membantu menciptakan peningkatan industri manufaktur ini‎, pemerintah mau tidak mau harus mengandalkan dana dari luar negeri.

"Kita tidak usah selalu bicara retorika nasionalisme, kita bicara realitas saja. Kita bicara untuk kemakmuran bangsa, jadi kita memang butuh investasi asing untuk maju," pungkas dia. (Yas/Ahm)

Loading