Sukses

Pedang Qianlong, Senjata Bertahtakan Emas dan Giok Super Mahal

Liputan6.com, Jakarta - Para penggemar senjata antik pasti tak asing lagi dengan pedang peninggalan Kaisar Qianlong, China yang dikenal juga dengan sebutan Pedang Qianlong.

Pada pemerintahan Qianlong, terdapat sekitar 90 pedang bertahtakan emas dan batu permata yang berhasil dibuat.

Dengan hiasan emas dan giok, senjata yang dikenal juga dengan sebutan The Soaring Precious merupakan pedang Kaisar Qianlong yang pertama dilego di rumah lelang.

Pada 2006, pedang yang dibuat sejak abad 18 tersebut berhasil terjual seharga US$ 5,9 juta atau Rp 69,45 miliar (kurs: Rp 11.771/US$).

Pemerintahan Qianlong dari China merupakan kerajaan terkaya di dunia saat itu. Qianlong juga dikenal sebagai kaisar yang memiliki jiwa serta kemampuan militer.

Bagaimana tidak, saat itu dirinya merupakan kaisar China terakhir yang memimpin pasukannya ke medan tempur. Berikut ulasan mengenai pedang Qianlong yang digunakannya di medan perang seperti dikutip dari Richest.com, The Collectors Weekly, sina.com dan sejumlah sumber lainnya, Selasa (9/9/2014):

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Kaisar Qianlong, sang pemilik pedang antik

Kaisar Qianlong merupakan raja keempat dari Dinasti Qing. Putera keempat dari Kaisar Yongzheng ini memimpin kerajaan China secara resmi dari 11 Oktober 1735 hingga 8 Februari 1796.

Saat Yongzheng meninggal, China merupakaan kekaisaran terkaya di China. Maklum, ayah dan kakek Qianglong merupakan sosok yang sangat memperhatikan rakyat.

Perdagangan teh membuat Qianlong dan keluarga memiliki kekayaan yang tak terhingga. Sayangnya, saat masa pemerintahan Qianlong usai, kerajaan China pun bangkrut.

Terkenal sebagai sosok militer, selama pemerintahannya, beberapa senjata sengaja diciptakan untuk melindungi sang kaisar.

3 dari 4 halaman

Pedang Qianlong terjual mahal

Tak hanya kuat, pedang Qianlong juga ternyata dihiasi ukiran emas dan taburan batu permata. Sementara pegangan untuk pedang tersebut terbuat dari giok berwarna putih.

Pedang tajam yang terbuat dari baja itu dibuat selama masa pemerintahan Kaisar Qianlong antara 1736 hingga 1795. Dengan nilai sejarah yang sangat tinggi dan kekuatannya, pedang tersebut berhasil terjual dengan harga selangit.

Di rumah lelang Sotheby Hong Kong, pedang tersebut berhasil dijual dengan harga US$ 5,9 juta dan menjadi salah satu senjata paling mahal di dunia.

Sepanjang sejarah, pedang tersebut merupakan senjata pertama milik Kaisar Qianlong yang dijual di rumah lelang.

4 dari 4 halaman

Desain pedang antik Kaisar Qianlong

Biasanya, senjata antik digemari karena desain yang unik dan sejarah heroik yang terkandung di dalamnya. Kedua unsur tersebut juga dimiliki pedang Qianlong dan menjadikannya sebagai sebuah mahakarya yang dirancang dengan sangat terampil.

Pedang tersebut memiliki pegangan yang terbuat dari giok putih dengan logam emas di bagian sarungnya. Terdapat perak dan tembaga merah yang menjadi ukiran di bagian sarung dan di bawah pedang.

Terdapat juga tulisan China yang berarti The Soaring Precious di salah satu sisi pedang. Ukiran naga terbang di salah satu sisi pedang lainnya menggambarkan kemakmuran negara saat itu.

Sarung dengan pita sutra kuning juga dihiasi ornamen emas dan tembaga. Pedang tersebut dibuat atas perintah langsung dari Qianlong dan merupakan perwakilan karya dari Dinasti Qing.(Sis/Nrm)

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.