4 Wilayah Ini Dapat Tambahan Stok Elpiji 3 Kg buat Lebaran

Langkah antisipasi penambahan stok saat Ramadan ini berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya.

Diterbitkan 08 Juni 2014, 13:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina Marketing Operation Region V menambah pasokan elpiji 3 Kilogram (kg), untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi saat bulan Ramadan. Cakupan wilayah Region V meliputi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

General Manager Marketing Operation Region V Giri Santoso mengatakan, saat ini penyaluran elpiji bersubsidi 3 Kg di wilayah operasinya masih dalam kondisi kondusif, sehingga tidak perlu ada kehawatiran terhadap kelangkaan.

"Sejauh ini penyaluran Elpiji 3 kg berjalan lancar dan stock di Region V juga berada di level aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” Giri kata Giri dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (8/6/2014).

Giri menambahkan, langkah antisipasi penambahan stok saat Ramadan ini berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya terdapat peningkatan konsumsi di awal dan akhir Ramadhan.

Selain melakukan upaya penambahan stock sekitar 10%-12 % dari konsumsi normal 91.600 metrik ton per bulan, Pertamina juga akan membentuk satuan tugas (Satgas).

"Pertamina menghimbau agar masyarakat ikut bersama-sama mengawasi Elpiji 3 Kg yang merupakan produk subsidi Pemerintah. Jika masyarakat menemukan indikasi penyimpangan diharapkan dapat melaporkan ke aparat atau ke Contact Pertamina di nomor 500.000," pungkasnya.

Selain itu Pertamina  pemasaran Jawa bagian Barat juga menambah pasokan elpiji 3 kilogram (kg) di tiga provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi selama Ramadan.

Vice Presiden Corporate Communication Ali Mundakir mengatakan penambahan pasokan di ketiga provinsi tersebut mencapai 2,95 juta tabung.

Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat dengan mudah memperoleh elpiji 3 kg dan untuk pemenuhan kebutuhan menjelang puasa.

"Penambahan pasokan akan dilaksanakan pada minggu kedua bulan Juni untuk ketiga provinsi," pungkasnya. (Pew/Nrm)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6