Liputan6.com, Jakarta Mimpi untuk sukses dan menjadi kaya raya ternyata mungkin diwujudkan siapapun termasuk masyarakat miskin. Meski hidup tanpa uang dan terpaksa menjalani sejumlah pekerjaan kasar, sebagian orang tak pernah berhenti mengubah hidupnya.
Seperti dikutip dari Business Insider, Senin (24/3/2014), perjalanan hidup yang sangat sulit tetap dijalani demi meraup pundi-pundi uang. Bahkan pekerjaan bergaji rendah tetap dilakoni demi menabung agat bisa membangun usaha sendiri.
Alhasil, tak sedikit orang yang mampu keluar dari jeratan finansial yang selama ini menggerogoti kehidupannya. Sebut saja Konglomerat Li Ka-Sing yang mampu menjadi salah satu miliarder properti di dunia berkat kegigihannya.
Pria yang terpaksa harus putus sekolah sejak usia delapan tahun ini harus bekerja keras menghidupi keluarga yang sepeninggal sang ayah.
Tak hanya Li, berikut 5 dari 10 konglomerat yang pernah hidup melarat:
 (Baca juga: 10 Konglomerat yang Pernah Hidup Melarat Bagian 1)
Li Ka-shing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/654560/original/li-ka-shing.jpg)
1. Li Ka-shing
Total kekayaan: US$ 31 miliar
Tak langsung menjadi konglomerat, Li mengawali hidupnya dengan susah payah. Setelah ayahnya meninggal, Li yang masih berusia 15 tahun harus putus sekolah untuk bekerja menanggung biaya hidup keluarganya.
Pada 1950, dia mendirikan sebuah perusahaan Cheung Kong Industries, yang memproduksi plastik dan kemudian berekspansi ke bisnis real estate.
Â
Advertisement
Francois Pinault
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/654557/original/Francois%20Pinault.jpg)
2. Francois Pinault
Total kekayaan: US$ 15 miliar
Pinault kini telah menjadi pengusaha barang-barang mewah. Siapa sangka, dulu dia pernah keluar sekolah karena terlalu sering dihina sebagai anak miskin.
Tapi sebagai pebisnis, Pinault justru dikenal sebagai pengusaha dengan taktik predator. Dia membeli perusahaan-perusahaan yang hampir bangkrut dengan harga murah.
Â
Ken Langone
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/654551/original/ken-langones.jpg)
3. Ken Langone
Total kekayaan: US$ 2,1 miliar
Ayah dan ibu Langone tak punya pekerjaan tetap. Untuk membantu biaya kuliahnya, Langone harus bekerja serabuta dan orangtuanya menggadaikan rumah miliknya.
Pada 1968, Langone bekerja pada Ross Perot untuk melepas saham perdana Electronic Data Systems (HP) pada publik. Hanya dua tahun kemudian, keahlian investor handal yang satu ini mampu bekerjasama dengan perusahaan sukses dan besar lainnya.
Advertisement
Do Won Chang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/654554/original/do-won-chang.jpg)
4. Do Won Chang
Total kekayaan: US$ 5 miliar
Pasangan suama isttri Do Won Chang dan Jin Sook, pendiri bisnis fashion Forever 21 tidak dengan mudah membangun bisnisnya. Saat pindah ke AS dari Korea pada 1981, Do won harus bekerja keras melakukan tiga pekerjaan sekaligus, yaitu sebagai pengisi bensin, buruh dan pelayan kedai kopi. Dia akhirnya berhasil membuak toko baju pertamanya pada 1984.
Forever 21 kini telah menjadi bisnis internasional dengan 480 toko dengan penjualan per tahun senilai US$ 3 miliar.
Leonardo Del Vecchio
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/654558/original/leonardo-del-vecchio.jpg)
5. Leonardo Del Vecchio
Total kekayaan: US$ 15,3 miliar
Del Vecchio merupakan salah satu dari lima anak yang harus dikirim ke panti asuhan. Itu karena ibunya yang menjanda tak sanggup lagi membiayai Vecchio.
Dia lantas bekerja di pabrik mobil dan karena sebuah kecelakaan, Vecchio harus kehilangan sejumlah jarinya. Tanpa putus asa, di usia ke-23, Vecchio mampu membuka toko sendiri yang kemudian berubah menjadi salah satu perusahaan pembuat kacamata hitam terbesar di dunia yang salah satu mereknya adalah Oakley.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/654545/original/howard-schultz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/105/original/033942700_1556906923-20190504_010801.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312895/original/060240200_1782180154-000_B7XU3W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303531/original/058987900_1782168483-AP26173793551298-Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7562358/original/065768500_1780339879-norwegia_swedia_uj_coba.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8306243/original/097675000_1782171964-000_B7XN2AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260724/original/073509600_1781647690-PRANCIS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482261/original/017449400_1769169646-Timnas_Yordania-Kelme.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260719/original/004737300_1781644637-000_B7BY7EB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)