Purbaya Pastikan Dana Rp 200 Triliun Tersalurkan, Bahkan Ada yang Minta Lagi

Menkeu Purbaya mengatakan, bank penyalur hanya dikenakan kewajiban bunga 2%, sementara koperasi dapat langsung mengakses pendanaan setelah program siap dijalankan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 24 Oktober 2025, 15:45 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers, Jumat, (24/10/2025). (Foto: Liputan6.com/Gagas YP)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi penyerapan dana pemerintah yang disalurkan kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus meningkat. Dana tersebut disalurkan untuk memperkuat likuiditas serta mendukung pembiayaan produktif.

Beberapa bank bahkan telah mengajukan permintaan tambahan karena dana penempatan sebelumnya sudah terserap habis ke sektor riil.

“Yang berasal dari sebagian kecuali BTN belum lapor ya berapa, tapi yang lain sepertinya sudah makin besar penyerapannya. Tadi saya ketemu orang Danantara, sepertinya Mandiri akan minta lagi tuh karena uangnya sudah habis, yang Rp 55 triliun itu. Ya itu bagus ya, kita lihat seperti apa ini ya, kondisi ini. Kita akan lihat terus, kalau habis saya gelontorin lagi nanti,” ujar Purbaya dalam Media Briefing, Jumat (24/10/2025).

Selain untuk perbankan, dana pemerintah tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pembiayaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, yang menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi desa. Dana Kopdes bisa diminta melalui Himbara.

Purbaya menyebut, bank penyalur hanya dikenakan kewajiban bunga 2%, sementara koperasi dapat langsung mengakses pendanaan setelah program siap dijalankan.

“Uangnya sudah saya dorong seluruh itu. Kan masih ada sisa tuh. Kalau mau pakai bisa pake ke sana. Pada dasarnya gini, begitu bank itu menyalurkan dalam untuk Kopdes, bayar saya hanya 2% kewajiban bayar saya tinggal 2%,” kata Purbaya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) APBN 2025 sebesar Rp 16 triliun untuk memperluas kapasitas pendanaan di sektor produktif.

Tambahan dana ini di luar Rp 200 triliun yang telah ditempatkan di bank-bank Himbara. Purbaya menjelaskan, seluruh mekanisme penyaluran sudah tertata dengan baik dan tidak ada hambatan dari sisi anggaran.

Temui Purbaya, Menkop Ferry Minta Restu Pendanaan Gudang Kopdes Merah Putih

Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (4/9/2025). (Dok Kemenkop) 

Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta restu pendanaan pembangunan gerai fisik dan gudang bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Pembangunan fisik itu ditargetkan bisa rampung seluruhnya pada Maret 2026 mendatang.

Adapun, soal restu ini, Ferry menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan jajaran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

“Pertemuan tersebut untuk menyeleraskan proses percepatan pembangunan fisik gudang dan gerai, serta sarana penunjang lainnya dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Ferry, ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Dia menjelaskan, pembangunan gudang dan gerai fisik akan menggunakan dana dari plafon pinjaman Rp 3 miliar per Kopdes Merah Putih. Ferry juga telah memandatkan pembangunan gudang dan gerai itu ke PT Agrinas Pangan Nusantara.

Dia menegaskan, Rp 3 miliar itu tidak semuanya untuk pembangunan fasilitas fisik, melainkan juga untuk modal kerja KDMP nantinya. Diharapkan, KDMP bisa memberikan dampak ekonomi.

"Tujuannya, agar ada perputaran ekonomi dan pada waktunya mereka bisa Self Propeling Growth atau mandiri," ucap Ferry.

Bertahap

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Sementara itu, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyebutkan, dengan sudah memasuki tahap pembangunan fisik, Kopdes Merah Putih diyakini bakal menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional dari desa-desa.

Dony menjelaskan, penyaluran plafon sebesar Rp 3 miliar per koperasi, dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing Kopdes Merah Putih.

Lebih jauh, Donny menjelaskan, Kopdes/Kel Merah Putih akan mempunyai model sesuai bisnis modelnya dan kebutuhan masing-masing Kopdes. "Pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih akan lebih spesifik sesuai kebutuhan masing-masing Kopdes, seperti desa petani, nelayan, dan lainnya. Juga, disesuaikan dengan hasil produk dari desa-desa," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya