Ragam Corak Unik Besurek, Batik Khas Bengkulu yang Siap Mendunia

Ciri khas batik besurek ialah memadukan gambar bunga dengan kaligrafi di dalam motifnya.

oleh Tifani diperbarui 06 Nov 2022, 07:00 WIB
Batik Kain Besurek merupakan keunikan tersendiri yang memiliki nilai jual ke dunia internasional (Liputan6.com/Yuliardi Hardjo)

Liputan6.com, Bengkulu - Indonesia memiliki beragam jenis batik yang menggambarkan masing-masing daerah asalnya. Faktor letak geografis dan kebudayaan masing-masing daerah ini juga memengaruhi motif batik yang semakin beragam.

Salah satu batik yang memiliki corak unik adalah besurek dari Bengkulu. Ciri khas batik besurek ialah memadukan gambar bunga dengan kaligrafi di dalam motifnya.

Dikutip dari laman kemdikbud.go.id, pada zaman dahulu penggunaan batik besurek terbatas pada upacara adat seperti pernikahan, hiasan ayunan bayi, hingga penutup jenazah. Namun, kini batik tersebut semakin berkembang dan telah biasa digunakan dalam kegiatan sehari-hari, busana kerja, hingga pakaian pesta.

Dalam bahasa Melayu dialek Bengkulu, besurek artinya 'bersurat' atau 'tulisan'. Memang tulisan dalam bentuk kaligrafi Arab menjadi ciri khas dari batik besurek, kemudian dipadukan dengan corak bunga rafflesia yang merupakan ikon Bengkulu.

Meski terdapat tulisan Arab, tak semuanya memiliki makna khusus, bahkan termasuk sulit dibaca. Keberadaan kaligrafi Arab gundul dalam corak besurek hanya untuk tujuan estetika berupa coretan mirip huruf-huru dalam bahasa Arab.

Meski demikian, di beberapa jenis kain yang biasa digunakan untuk acara adat, ada pula yang memang menuliskan kata-kata dalam bahasa Arab yang dapat dibaca dan memiliki makna. Umumnya batik besurek memiliki motif dasar berupa kaligrafi, rembulan, melati, burung kuau, pohon hayat, kombinasi cengkih dan bunga cempaka, dan perpaduan relung paku dengan burung punai.

Biasanya, warna besurek didominasi beragam jenis merah. Berikut jenis-jenis motif batik Bengkulu beserta ciri khas dan penggunaannya:

Motif kaligrafi, biasanya motif ini bergambar tulisan Arab yang dapat dibaca dan memiliki makna. Namun, ada pula yang hanya sebagai hiasan tanpa makna. Batik yang identik dengan warna biru ini biasa digunakan sebagai pengapit pengantin atau penutup kepala dalam upacara pernikahan.

Motif bunga rafflesia, bunga raksasa khas Bengkulu ini merupakan corak utama dalam batik besurek setelah kaligrafi.

Motif burung kuau, motif ini didominasi warna merah dan memadukan tulisan-tulisan Arab dengan gambar burung kuau. Biasanya jenis batik ini dipakai dalam acara adat, upacara perkawinan, hingga ziarah kubur.

Motif rembulan juga berwarna merah, tetapi coraknya bergambar bulan dan motif kaligrafi Arab. Batik ini dipakai calon pengantin wanita dalam acara siraman sebelum pernikahan.

Motif relung kaku, umumnya bergambar bentuk meliuk-liuk serupa tumbuhan paku dan dipadukan dengan gambar-gambar alam meliputi flora dan fauna. Batik jenis ini biasa dipakai sebagai pembalut ayunan dalam upacara cukur bayi.

Motif pohon hayat, biasa dipadukan dengan gambar flora dan fauna serta tulisan Arab. Batik ini umumnya berwarna biru dan dipakai sebagai hiasan dalam bilik pengantin.

Motif cengkih dan kembang cempaka, motif batik ini memiliki warna merah kecokelatan dan dipakai dalam upacara bedabung, ketika calon pengantin wanita mengikir gigi sebelum pernikahan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya