4 Pelajar Jambi Bobol Rumah Pejabat

Aksi nekat kawanan pelajar itu benar-benar keterlaluan, mencuri saat salat tarawih hingga membobol rumah pejabat.

oleh Bangun Santoso diperbarui 06 Jun 2017, 10:00 WIB
Pengantin baru ini harus mendekam di balik penjara karena kasus pencurian (Liputan6.com / Nefri Inge)

Liputan6.com, Jambi Empat orang pelajar di Jambi ini benar-benar kacau. Bukannya belajar atau beribadah saat bulan Ramadan, kawanan pelajar SMK ini malah melakukan aksi pencurian di dua lokasi berbeda.

Aksi nekat pertama dilakukan tiga orang pelajar SMK di Kota Jambi. Ketiganya adalah RA (16), RK (16), dan RS (16). Ketiganya diamankan anggota Polsek Telanaipura, Kota Jambi karena kedapatan mencuri sebuah sepeda motor saat salat tarawih.

"Ketiga pelaku yang masih berstatus pelajar SMK ini diamankan pada Jumat, 2 Juni 2017," ujar Kasubag Humas Polresta Jambi, Alamsyah Amir, Senin, 5 Juni 2017.

Menurut polisi yang akrab disapa Alam ini, ketiga pelajar itu ditangkap berdasarkan sebuah laporan LP/B/468/V/2017/SPKT B dengan korban bernama Ibrahim (63), warga Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura.

Sebelum aksi pencurian itu, korban sekitar pukul 19.00 WIB datang ke sebuah masjid di Kelurahan Pematang Sulur untuk menunaikan salat tarawih. Ia memarkirkan kendaraan jenis Honda Astrea Legenda di depan masjid.

Saat korban pulang tarawih, motor miliknya sudah tidak ada di lokasi parkir. Ia pun langsung melapor ke polisi.

Bobol Rumah Pejabat

Aksi nekat pelajar di Jambi lainnya terjadi di Kota Sungai Penuh. Jumlahnya cukup banyak, yaitu duit Rp 250 juta ditambah 23 unit perhiasan emas berhasil dicuri dari sebuah rumah milik salah satu pejabat Pemkot Sungai Penuh.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan ada tiga pelaku yang berhasil diamankan. Satu orang pelaku utama adalah IF (17) berstatus pelajar SMK di Kota Sungai Penuh, warga Dusun Renah Suriah, Kelurahan Pondok Tinggi, Kecamatan Pondok Tinggi.

"Dua pelaku lain adalah FA (19) dan ED (19). Keduanya berperan membantu menyembunyikan uang hasil curian itu. Satu orang berinisial LG (19) masih buron," ujar Kuswahyudi.

Ketiga pelaku diamankan polisi pada Jumat, 2 Juni 2017 di wilayah Kota Sungai Penuh. Ketiganya ditahan dan masih diperiksa lebih lanjut.

Menurut Kuswahyudi, aksi pencurian itu terjadi pada 25 Mei 2017 lalu. Korbannya bernama Suhardi yang merupakan pejabat Pemkot Sungai Penuh. Suhardi adalah Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kota Sungai Penuh.

Rumah Suhardi yang berada di Dusun Renah Kebelu, Kelurahan Pondok Tinggi, berhasil dibobol kawanan maling saat malam hari.

Atas kejadian itu, Kuswahyudi mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan waspada saat meninggalkan rumah. Apalagi menjelang Lebaran, banyak rumah kosong ditinggal pemiliknya untuk menunaikan ibadah tarawih. Kondisi itu bisa dimanfaatkan para pelaku tindak kejahatan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya