IHSG Menguat Tipis Tersengat Aksi Beli Investor Asing

Investor asing melakukan aksi beli mendorong kenaikan IHSG sekitar 8,7 poin ke level 5.321 pada pra pembukaan perdagangan saham.

oleh Agustina Melani diperbarui 30 Jan 2017, 09:15 WIB
Suasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada perdagangan saham awal pekan ini. Hal ini berlawanan dengan bursa Asia yang melemah.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Senin (30/1/2017), IHSG naik 8,7 poin atau 0,16 persen ke level 5.321,55. Indeks saham LQ45 menguat 0,25 persen ke level 888,83.

Penguatan IHSG masih berlanjut. IHSG naik 7,6 poin atau 0,14 persen ke level 5.320,44. Indeks LQ45 mendaki 0,16 persen ke level 888,03. Sebagian besar indeks saham acuan menguat kecuali indeks saham JII melemah 0,04 persen ke level 696.

Ada sebanyak 79 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 17 saham melemah. 105 saham lainnya diam di tempat. Pada awal perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.324,02 dan terendah 5.319,57.

Total frekuensi perdagangan saham 5.254 kali dengan volume perdagangan 501,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 122 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 13.337. Investor asing melakukan aksi beli Rp 14,53 miliar.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham barang konsumsi turun 0,28 persen dan sektor saham manufaktur merosot 0,08 persen. Sektor saham keuangan mendaki 0,56 persen, sektor saham konstruksi menanjak 0,37 persen dan sektor saham perkebunan mendaki 0,36 persen.

Saham-saham menguat didominasi saham-saham grup Bakrie antara lain saham ENRG naik 5,71 persen ke level Rp 74, saham ELTY mendaki 5,71 persen ke level Rp 59 per saham, dan saham UNSP menanjak 4,35 persen ke level Rp 72 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham DPUM turun 3,81 persen ke level Rp 505 per saham, saham INAF turun 2,43 persen ke level Rp 2.410 per saham, dan saham PPRO susut 1,19 persen ke level Rp 1.245 per saham.

Bursa Asia pun sebagian besar tutup untuk peringati Imlek. Namun ada yang buka yaitu indeks saham Jepang Nikkei turun 0,79 persen ke level 19.314.

Analis PT Mandiri Sekuritas, Hadiyansyah menuturkan, IHSG akan bergerak sideways. Rentang pergerakan di 5.290-5.327.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya