Faktor Ini Jadi Sentimen Negatif di Pasar Modal Indonesia

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung tertekan dalam beberapa pekan terakhir.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 25 Nov 2016, 18:45 WIB

Liputan6.com, Jakarta Pasar modal Indonesia tertekan beberapa pekan belakangan ini. Hal tersebut tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung melemah.

Presiden Direktur PT Schroders Investment Management Indonesia Michael Tjoajadi mengatakan, salah satu penekan IHSG disebabkan oleh stabilitas politik dalam negeri. Dia mengatakan aksi demonstrasi yang belakangan terjadi membuat IHSG tertekan.

"Demonstrasi yang berlanjut terus tentu sangat mempengaruhi IHSG dan ekonomi kita," kata dia di Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Dia berharap, aksi demonstrasi tak berlarut-larut. Lantaran hal itu juga akan memberikan efek buruk terhadap iklim bisnis di dalam negeri.

Di samping itu, Michael mengatakan tekanan yang terjadi pada IHSG disebabkan oleh sentimen global. Dia menuturkan, terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) menimbulkan ketidakpastian pada pasar. Menurut dia, guncangan tersebut dirasakan di hampir semua negara termasuk Indonesia.

"Fluktuasi sejumlah bursa saham termasuk di Indonesia, terjadi sangat besar sejak pemilihan presiden Amerika. IHSG saja sempat langsung melemah lebih dari 100 poin," jelas dia.

Bukan hanya di pasar saham, terpilihnya Donald Trump juga membuat pasar uang mengalami kontraksi. "Bukan cuma rupiah yang melemah, hampir seluruh mata uang dunia melemah terhadap dolar AS. Politik di AS telah menjadi global impact yang negatif bagi negara lain," ujar dia.

Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG tertekan juga didorong nilai rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Kebutuhan valas cukup tinggi pada akhir tahun dinilai juga berdampak ke laju rupiah.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan ini, IHSG naik 14,48 poin atau 0,28 persen ke level 5.122,10. Indeks saham LQ45 menguat 0,28 persen ke level 853,84. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Ada sebanyak 166 saham menghijau sehingga mendorong penguatan IHSG.Sedangkan 128 saham melemah dan 96 saham lainnya diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.129,75 dan terendah 5.096,67.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 268.357 kali dengan volume perdagangan 11,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,1 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 327,44 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.543.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya