Data Telkomsel saat Ramadan dan Idul Fitri Diprediksi 2.700TB

Penggunaan data Telkomsel saat Ramadan dan Idul Fitri kali ini diprediksi mencapai 2.700 Terabytes.

oleh Agustin Setyo Wardani diperbarui 20 Mei 2016, 10:15 WIB
Uji Jaringan Telkomsel di Jalur Pantura, Rabu (18/5/2016). Liputan6.com/Agustin Setyo Wardani)

Liputan6.com, Semarang - Telkomsel memprediksi penggunaan layanan data di bulan Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2016 akan melonjak antara 15-20 persen dibandingkan dengan pemakaian normal.

Direktur Network Telkomsel Sukardi Silalahi menyebut, kenaikan konsumsi data sebesar 18,2 persen, jika dikalkulasikan, mencapai 2.700 Terabytes (TB). Padahal pada hari biasa tercatat penggunaan data hanya 2.200TB.

Kemudian lonjakan traffic layanan pesan singkat (SMS) diperkirakan naik 5-15 persen dari biasanya, dengan total SMS yang dikirimkan 930 juta pesan. Pada saat normal, Telkomsel mencatat sebanyak 847 juta pesan dikirimkan tiap harinya. 

Berbeda dengan layanan data dan SMS, Sukardi mengungkapkan layanan suara atau voice call justru diperkirakan mengalami penurunan 1,3 persen dibanding hari biasa. Berdasarkan data perusahaan, jika pada saat normal Telkomsel mencatat 1,59 miliar menit layanan panggilan, pada masa RAFI angka itu menurun menjadi 1,57 miliar menit.

Meski begitu, bila dibandingkan dengan masa RAFI 2015, hanya konsumsi data yang mengalami peningkatan dari 1.500TB pada 2015 menjadi 2.700TB pada tahun ini.

Adapun layanan lain seperti SMS dan panggilan justru menurun dibanding tahun lalu. Hal ini, menurut Sukardi, tidak terlepas dari ketersediaan jaringan internet 4G LTE Telkomsel.

"Kebutuhan komunikasi masyarakat terus meningkat tiap tahun terutama layanan data. Ini karena ketersediaan jaringan internet cepat 4G LTE, banyaknya smartphone berkualitas dengan harga terjangkau, dan makin akrabnya pengguna dengan mobile internet dan aplikasi digital," kata Sukardi saat ditemui media di Semarang, Kamis (19/5/2016) ketika memberi pemaparan mengenai hasil uji jaringan Telkomsel di sepanjang jalur mudik.

Lebih lanjut dia juga mengatakan, alasan inilah yang membuat anak usaha Telkom tersebut berusaha menjaga kualitas jaringan. "Pelanggan dapat menikmati layanan broadband dengan kualitas terbaik," tutur Sukardi.

Untuk mengantisipasi lonjakan traffic komunikasi seperti yang diperkirakan di atas, Telkomsel melakukan optimalisasi jaringan dengan menjaga kecukupan kapasitas daya tampung pelanggan.

Misalnya, di sepanjang jalur utama mudik Pulau Jawa dan Sumatera disediakan kelonggaran kapasitas sebesar 40-60 persen. Rinciannya, di Jawa Barat 41 persen, Jawa Tengah 42 persen, Jawa Timur 60 persen, dan Sumatera Selatan 59 persen.

Tidak hanya itu, Telkomsel juga mengidentifikasi 809 Point of Interest (PoI) yang meliputi bandar udara, terminal, stasiun, pelabuhan, rumah sakit, area padat populasi, tempat wisata, hingga pusat belanja. Sebab, lokasi tersebut diperkirakan bakal mengalami lonjakan traffic komunikasi cukup tinggi pada masa RAFI.

Telkomsel menyiagakan 76 unit COMBAT (Compact Mobile Base Station) yang tersebar di berbagai tempat untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam mengakses data.

Operator pelat merah ini juga menyebut, selama masa RAFI 2016, pelanggan akan dilayani 116 ribu BTS yang 57 persen di antaranya merupakan BTS 3G dan 4G.

Lalu dari sisi pelayanan, Direktur Sales Telkomsel Mas'ud Khamid menyebutkan Telkomsel telah menyediakan posko mudik dan titik layanan di lokasi PoI, layanan 412 GraPARI, 392 mobile GraPARI, 40 unit layanan digital self-service, serta 464 kantor cabang.

(Tin/Why)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya