Jessica Disebut Banyak Catatan Kriminal, Ini Respons Pengacara

Jessica disebut-sebut sempat melakukan percobaan bunuh diri di Australia.

oleh Audrey Santoso diperbarui 21 Mar 2016, 22:52 WIB
Jessica Kumala Wongso (tengah) saat di gelandang petugas Polda Metro Jaya ke ruang tahanan, Sabtu (30/1). Jessica ditahan selama 20 hari untuk jalani pemeriksaan lanjut kasus kopi sianida. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus mendalami kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan tersangka Jessica Kumala Wongso. Bahkan penyidik Polda Metro bekerja sama dengan Australian Federal Police (AFP) untuk mengungkap kasus 'kopi sianida' ini.

Dalam kunjungannya ke Australia, polisi menemukan sejumlah catatan kriminal Jessica selama tinggal di Negeri Kanguru itu. ‎Bahkan, Jessica disebut-sebut sempat mencoba bunuh diri.

Namun temuan polisi itu dibantah oleh pengacara Jessica, Yudi Wibowo Sukinto. Dia bahkan menantang polisi agar membuktikan temuannya itu di pengadilan.

"Enggak ada, enggak benar itu. Kalau ada catatan kriminal, buktikan di pengadilan," ucap Yudi saat dihubungi di Jakarta, Senin (21/3/2016).

Menurut Yudi, jika Jessica terbukti melakukan sejumlah tindakan kriminal di Australia seharusnya sudah diproses di pengadilan. Bahkan Jessica seharusnya tidak bisa pulang ke Indonesia karena berurusan dengan hukum di negara orang.

"Tanya aja ada enggak putusan dari pengadilannya. Jangan asal sebut saja. Kalau kriminal itu pasti dicekal (dari Australia), enggak boleh keluar," kata dia.
 
Yudi juga membantah jika kliennya itu tengah menjalani perawatan psikologi di Australia. Lebih dari itu, Yudi juga melontarkan kritik terhadap upaya polisi mengorek kehidupan Jessica di Australia. Sebab, dianggap tidak ada korelasinya dengan kasus dugaan pembunuhan terhadap Mirna.

"Enggak ada itu (perawatan psikologi). Itu logikanya, masa polisi ngurus begituan. Urusannya apa, enggak ada hubungannya. Polisi urusannya kriminal aja. Segala ngomong 14 macam kesalahan Jessica. Lho, apa hubungannya dengan itu," kata Yudi.

"Polisi kan harusnya membuktikan pembunuhan berencana, bukan orang pacaran, bukan tabrakan, kecelakaan,"‎ sambung dia.

Yudi juga keberatan jika tujuan polisi mengorek aktivitas Jessica selama di Australia untuk mencari motif pembunuhan. Apalagi, ia tetap yakin bahwa Jessica tidak melakukan pembunuhan terhadap temannya sendiri, Wayan Mirna Salihin.

"Enggak bisa dong (cari motif). Perbuatannya enggak ada kok nanya motif. Perbuatannya di Indonesia masa motif di Australia. Enggak nyambung," tutup Yudi.

Sebelumnya, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian membenarkan bahwa anak buahnya telah menemukan sejumlah catatan kriminal Jessica selama di Australia. Setidaknya ada sekitar 14 kasus dan catatan medis dalam treatment psikologis yang dilakukan Jessica.

Namun begitu, polisi belum bisa mengungkapkan fakta-fakta itu ke publik karena masih terikat kerja sama mutual legal agreement dengan AFP. Tito pun mempersilakan Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Pol Moechgiyarto untuk mengekspose temuan itu ke publik, tentunya atas kesepakatan bersama dengan AFP.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya