Di Provinsi Ini, Beasiswa Hanya Diberikan pada Gadis Perawan

Walikota sebuah provinsi mengharuskan penerima beasiswa untuk dites keperawanan terlebih dahulu

oleh Sulung Lahitani diperbarui 26 Jan 2016, 13:29 WIB
Ilustrasi tes keperawanan | Via: flickr.com

Citizen6, Jakarta Beasiswa sejatinya diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Meskipun terdapat seleksi untuk mendapatkannya, biasanya seleksi masih terkait dengan intelektualitas. Namun, seorang walikota mengeluarkan pernyataan yang menuai protes terkait pemerolehan beasiswa.

Walikota Provinsi Kwazulu-Natal, Afrika Selatan, Dudu Mazibuko, membuat pernyataan yang kontroversial, yakni hanya akan memberikan beasiswa bagi mahasiswi yang masih perawan. Dudu beralasan, kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi tingkat HIV, AIDS, serta kehamilan yang tidak diinginkan di Provinzi Kwazulu-Natal. Tentunya, mereka yang menerima beasiswa tersebut harus memberikan bukti dari tes keperawanannya.

Kelompok HAM langsung mengecam langkah tersebut. Menurut juru bicara Lembaga Pelanggaran Terhadap Wanita di Afrika Selatan, Idumeleng Muloko, syarat beasiswa tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak-hak dan martabat perempuan.

"6,3 juta orang di Afrika Selatan positif HIV, dan tes keperawanan tak akan menghentikan penyebaran HIV dan AIDS tersebut," ujar Idumeleng seperti dikutip dari BBC, Selasa (26/01/2016).

Kwazulu-Natal adalah salah satu provinsi yang terkena dampak terburuk di negara yang memiliki jumlah tertinggi di dunia Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Menurut walikota, baik pemerintah kabupaten maupun universitas akan menjadi orang-orang yang melaksanakan tes keperawanan. Mereka yang menerima beasiswa dan terbukti perawan juga akan ambil bagian dari upacara tahunan Zulu, upacara di mana gadis-gadis perawan terpilih untuk melakukan tarian penghormatan pada Raja Goodwill Zwelithini.

Masalah keperawanan masih menjadi isu yang sensitif di banyak negara berkembang. Banyak pihak yang memaparkan, keperawanan tidak seharusnya menjadi alasan bagi seorang perempuan menerima tindakan diskriminatif dalam masyarakat. (sul/war)

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya