Layanan Internet Gratis Facebook di Mesir Mati

Mesir kini telah menjadi negara kedua yang menutup layanan internet gratis Facebook yang kontroversial setelah India melakukannya pekan lalu

oleh M Hidayat diperbarui 31 Des 2015, 09:50 WIB
Screenshot Internet.org

Liputan6.com, Jakarta - Mesir, menurut laporan dari Associated Press, yang dikutip dari The Verge, Kamis (31/12/2015), kini telah menjadi negara kedua yang menutup layanan internet gratis Facebook yang kontroversial, setelah India melakukannya pekan lalu.

Layanan yang disebut Free Basics ini merupakan bagian dari inisiatif Internet.org Facebook yang bertujuan untuk membawa akses internet ke negara-negara berkembang.

Karena Free Basics menyediakan akses ke Facebook dan sejumlah situs non-Facebook tanpa biaya, sejumlah regulator dan aktivis internet percaya bahwa hal ini melanggar prinsip-prinsip netralitas bersih lantaran mengutamakan beberapa situs web dibandingkan situs web lainnya.

Mitra Facebook di Mesir, operator telekomunikasi Etisalat Mesir, mulai menyediakan Free Basics dua bulan lalu, dan Facebook mengatakan, lebih dari 3 juta orang di Mesir telah mendaftar.

Dari 3 juta orang itu, Facebook mengatakan, 1 juta di antaranya menerima akses ke internet untuk pertama kalinya.

"Kami kecewa bahwa Free Basics tidak akan lagi tersedia di Mesir," kata Facebook dalam sebuah pernyataan kepada Associated Press. Raksasa teknologi dunia itu berharap dapat mengatasi situasi ini segera.

Tidak jelas apakah badan pengawas telekomunikasi menutup layanan tersebut, seperti yang terjadi di India. Etisalat Mesir tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar saat ini.

(Why/Isk)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya