Perusahaan Ini Raih Peringkat Stabil karena Cadangan Batu Bara

Golden Energy Mines, merupakan induk dari 13 anak usaha yang 11 diantaranya bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan batu bara.

oleh Nurmayanti diperbarui 27 Mei 2015, 17:25 WIB
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Liputan6.com, Jakarta - PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), anak perusahaan Golden Energy and Resources Limited, memperoleh peringkat [Idr] A- (dilafalkan A minus) dengan prospek stabil dari PT ICRA Indonesia (ICRA), yang merupakan lembaga pemeringkat efek Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK).

Peringkat tersebut didasarkan pada jumlah cadangan batu bara, terbukti dan terduga cukup untuk memenuhi pertumbuhan jangka menengah sampai dengan jangka panjang, struktur permodalan yang sehat, dan perlindungan atas utang yang menyumbangkan tingkat fleksibilitas keuangan, serta dukungan dari grup Perseroan dan anak perusahaan Perseroan.

“Kami melihat dalam peringkat ini, sebuah dukungan dari filosofi GEMS yang tetap mempertahankan pertumbuhan atas dasar manajemen keuangan yang bijak, sementara terus mengejar peluang-peluang untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Presiden Direktur GEMS Fuganto Widjaja, di Jakarta, Rabu (27/5/2015).

PT Golden Energy Mines, merupakan induk dari 13 anak perusahaan yang 11 diantaranya bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan batu bara dengan nilai kalori berkisar 3.900 hingga 6.600 (gross as received).

GEMS memiliki hak penambangan atas konsesi area di Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Tengah dengan luas area 38.165 ha dengan total sumber daya dan cadangan sekitar 2 miliar ton dan 600 juta ton.

Adapun pada kuartal I 2015, perusahaan meraih laba bersih US$ 2,62 juta, naik 49,2 persen dari posisi sebesar US$ 1,75 juta di kuartal I-2014.

Mengutip laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), meski meraih laba, namun penjualan perseroan turun dari US$ 121,78 juta di kuartal I-2014 menjadi US$ 77,98 juta di kuartal I-2015.

Adapun Laba periode berjalan menjadi US$ 2,73 juta per Maret 2015, atau naik dari posisi laba berjalan sebesar US$ 1,74 juta di Maret 2014. Pada 2014, Perseroan mencatat produksi 6,6 juta ton batubara dan penjualan 9 juta ton batu bara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya