Top 5 Bisnis: Senjata Terlaris Buatan Pindad Paling Dicari

Berikut lima artikel terpopuler di kanal bisnis pada Senin 13 April 2015.

oleh Agustina Melani diperbarui 14 Apr 2015, 08:45 WIB
Ini dia senjata paling laris buatan PT Pindad (Fotografer: Ilyas Istianur P/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pindad (Persero) merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di sektor industri pertahanan. Selain memproduksi Panser Anoa yang banyak dipesan negara-negara di dunia, Pindad juga mampu menghasilkan beraneka ragam senjata, baik laras panjang ataupun pistol.

Artikel Ini Dia Senjata Terlaris Buatan Pindad telah menarik perhatian pembaca di kanal bisnis Liputan6.com pada Senin 14 April 2015.
Di awal pekan ini, sejumlah artikel mulai dari senjata terlaris, kenaikan gaji hingga tiket kereta api yang ludes dalam 30 menit telah menyedot perhatian pembaca di kanal bisnis. Ingin tahu apa saja yang menarik perhatian pembaca? Berikut lima artikel pilihannya:

1. Ini Dia Senjata Terlaris Buatan Pindad

PT Pindad (Persero) merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di sektor industri pertahanan. Selain memproduksi Panser Anoa yang banyak dipesan negara-negara di dunia, Pindad juga mampu menghasilkan beraneka ragam senjata, baik laras panjang ataupun pistol.

Tak hanya itu, Pindad kini juga telah mampu menghasilkan amunisi sendiri dengan berbagai macam varian. Hal itu menjadi keunggulan Pindad dalam memberikan pilihan bagi para calon pembelinya.

2. Jurus Ampuh Agar Cepat Naik Gaji

Anda sudah kerja bertahun-tahun tapi gaji tak juga naik? Tenang, tak hanya Anda yang alami hal ini. Ada banyak pekerja yang merasakan hal serupa, menanti perusahaan berbaik hati mau menaikkan gaji mereka.

Namun, berbeda halnya dengan Ben Baxter. Pria asal Alabama, Amerika Serikat (AS) ini mampu mencetak kenaikan upah kerja sebesar 31 persen sejak akhir 2011.

3. Tiket Kereta Api Lebaran Ludes Hanya dalam 30 Menit

PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mulai menjual tiket kereta api (KA) untuk perjalanan H-7 Lebaran yang akan jatuh pada 17-18 Juli 2015. ‎Penjualan ini dilakukan sesuai dengan ketentuan perusahaan yaitu menjual tiket perjalanan setidaknya 90 hari sebelum keberangkatan.

Vice President Corporate Communication PT KAI, Agus Komarudin mengungkapkan, pada tahun ini animo masyarakat akan perjalanan menggunakan kereta masih sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan habisnya beberapa tiket perjalanan sebelum lebaran hanya dalam waktu singkat.

4. Ini Sanksi Wajib Pajak yang Tak Perbaiki SPT 5 Tahun

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan menegaskan penghapusan sanksi pajak atau sunset policy tidak akan berlaku bagi Wajib Pajak nakal yang tidak memperbaiki Surat Pemberitahuan (SPT) pajak periode 2009-2013.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak, Mekar Satria Utama mengimbau Wajib Pajak untuk memperbaiki SPT 5 tahun terakhir, yakni tahun 2009-2013. Sementara memperbaiki SPT Masa dilaporkan Desember 2013 ke bawah. Kesempatan ini diberikan mulai 1 Mei sampai akhir 2015.

5. Pengusaha: Malaysia Contek Batik RI

Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengaku, Indonesia sangat potensial menjadi pengekspor batik terbesar ke Thailand dan Malaysia. Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang tercatat dalam lembaga Perserikatan Bangsa-bangsa bidang Kebudayaan, UNESCO. (Ahm/)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya