Sutan Bhatoegana: Bisa Bentuk Poros Baru, Asal SBY Turun Tangan

Sutan Bhatoegana mengatakan partainya tengah mencari pihak yang bisa diajak berkoalisi berlandaskan kesamaan visi-misi.

oleh Silvanus Alvin diperbarui 27 Apr 2014, 13:25 WIB
Sutan Bhatoegana (Liputan6.com/Herman Zakharia).

Liputan6.com, Jakarta - Partai Demokrat tampaknya tak mau sekadar jadi pelengkap di Pilpres 9 Juli mendatang. Apalagi Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana mengaku optimistis bila SBY turun tangan, maka Demokrat akan menelurkan capres hasil konvensi.

"Politik itu ada teori kemungkinan. Jangan lihat perolehan suara Demokrat kemarin. Dulu saja di 2004, kita bisa memimpin. Harus inovasi bangun hubungan dengan semua kekuatan, konvensi ini harus final dan harus ada pemenangnya keluar," kata Sutan di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (27/4/2014).

Agar bisa menelurkan capres, Partai Demokrat kini tengah memikirkan opsi untuk membentuk poros baru, terlepas dari poros Joko Widodo (PDIP, poros Aburizal Bakrie (Partai Golkar), dan poros Prabowo Subianto (Partai Gerindra). Sutan mengatakan partainya tengah mencari pihak yang bisa diajak berkoalisi berlandaskan kesamaan visi-misi.

"Minimal platform sama dan ada kesamaan visi-misi. Visi kita kurangi subsidi, ya mereka yang sama atau mirip-mirip. Waktu dulu Setgab pernah narik dukungan kurangi subsidi H-1, kelenger kita," tuturnya.

Pembentukan poros baru itu menurut Sutan akan terwujud bila SBY mau turun tangan. Sebab, Sutan menuturkan anggota Setgab telah melakukan komuunikasi untuk melihat arah politik SBY jelang Pilpres mendatang.

"Setgab itu tanpa ada pileg kemarin sudah ada komunikasi dengan Pak SBY. SBY saya yakin kalau dia ikut sebagai komando, bisa lain itu. Tiap kami kampanye ribuan orang, itu untuk SBY, bukan Demokrat. Pemilih SBY belum tentu Demokrat. SBY sebagai penentu bisa jadi," pungkas Sutan.

Hingga kini Partai Demokrat memang tak begitu agresif menjalin komunikasi dengan parpol lain guna mencari rekan koalisi. Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Nurpati mengatakan, partainya masih mempertimbangkan 2 opsi. Pertama, mengambil jalan koalisi. Atau opsi kedua, membuat poros sendiri bersama partai lainnya.

"Pilihannya bisa 2 opsi, pertama langkah arah strateginya Partai Demokrat, yang saya tahu komunikasi politik berjalan dengan semua pimpinan partai politik. Strategi ke depan ya mengambil jalan koalisi," ujar Andi di Jakarta, Rabu 23 April lalu.

Bila berdasarkan hitungan politis, menurut Andi, kemungkinan untuk berkoalisi cukup besar. Ia pun melihat sejauh ini pihaknya telah melakukan komunikasi politik kepada 3 calon presiden yaitu Joko Widodo, Aburizal Bakrie dan Prabowo Subianto. Namun demikian, dari 3 capres itu, pihaknya belum menentukan.

Selain mengambil jalan koalisi, opsi kedua kata Andi yaitu membuat poros sendiri atau menggalang koalisi sendiri. Dengan membuat poros sendiri, Demokrat harus menggalang kekuatan dan mencari mitra koalisi yang mau mendukung pemenang konvensi sebagai calon presiden.

"Kalau opsi kedua yang dipilih, maka pemenang konvensi yang akan menjadi prioritas dengan partai lain dan jadikan peserta konvensi sebagai calon presiden yang akan maju pada Pilpres 2014," kata Andi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya