Liputan6.com, Nias: Sehari setelah gempa berkekuatan 8,7 skala Richter melanda Nias, Sumatra Utara, sebagian warga masih diliputi rasa was-was. Warga memilih tinggal di tenda-tenda darurat yang dibangun di sekitar rumah mereka yang telah hancur. Demikian pantauan SCTV dari Desa Larasa Idai, Gibo, Selasa (29/3) petang.
Hampir seluruh warga memilih tinggal di luar rumah mereka karena khawatir terjadi gempa susulan. Warga sangat berharap agar bantuan dari pemerintah dapat segera disalurkan kepada mereka. Namun hingga kini belum ada bantuan yang disalurkan pemerintah daerah atau dari pemerintah pusat [baca: Bantuan ke Nias Dikirim Malam Ini].
Satuan Koordinasi Pelaksana menyebutkan, bencana sedikitnya telah menelan korban 1.000 jiwa. Sementara data Pemerintah Provinsi Sumut, jumlah korban tewas adalah 300 orang. Para korban yang meninggal umumnya sedang tidur saat kejadian sehingga tak sempat keluar rumah menyelamatkan diri.
Di Kota Gunung Sitoli, para korban belum sepenuhnya terevakuasi. Korban berserakan di antara reruntuhan bangunan yang rubuh akibat gempa hebat. Minimnya tenaga dan peralatan menjadi hambatan utama upaya evakuasi. Beberapa warga yang selamat mencoba mengevakuasi korban dengan peralatan seadanya.
Pulau Nias khususnya di kawasan Kota Gunung Sitoli adalah daerah yang paling parah akibat gempa bumi ini. Ribuan warga diperkirakan menjadi korban selain kerugian materi yang tak sedikit. Gempa ini adalah gempa dahsyat kedua setelah gempa bumi dan Tsunami pada akhir Desember 2004.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
Hampir seluruh warga memilih tinggal di luar rumah mereka karena khawatir terjadi gempa susulan. Warga sangat berharap agar bantuan dari pemerintah dapat segera disalurkan kepada mereka. Namun hingga kini belum ada bantuan yang disalurkan pemerintah daerah atau dari pemerintah pusat [baca: Bantuan ke Nias Dikirim Malam Ini].
Satuan Koordinasi Pelaksana menyebutkan, bencana sedikitnya telah menelan korban 1.000 jiwa. Sementara data Pemerintah Provinsi Sumut, jumlah korban tewas adalah 300 orang. Para korban yang meninggal umumnya sedang tidur saat kejadian sehingga tak sempat keluar rumah menyelamatkan diri.
Di Kota Gunung Sitoli, para korban belum sepenuhnya terevakuasi. Korban berserakan di antara reruntuhan bangunan yang rubuh akibat gempa hebat. Minimnya tenaga dan peralatan menjadi hambatan utama upaya evakuasi. Beberapa warga yang selamat mencoba mengevakuasi korban dengan peralatan seadanya.
Pulau Nias khususnya di kawasan Kota Gunung Sitoli adalah daerah yang paling parah akibat gempa bumi ini. Ribuan warga diperkirakan menjadi korban selain kerugian materi yang tak sedikit. Gempa ini adalah gempa dahsyat kedua setelah gempa bumi dan Tsunami pada akhir Desember 2004.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360863/original/067393500_1758767787-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-09-25T090726.096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/435141/original/290305dGempaNias.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)