Liputan6.com, Nias: Gempa yang mengguncang Sumatra Utara, Senin malam, dipastikan menelan korban jiwa. Pulau Nias dilaporkan kondisinya paling buruk. Indikasi ini diungkapkan Herman Laia, penduduk Nias Selatan, kepada SCTV melalui telewicara, Selasa (29/3) pagi yang mengaku melihat banyak warga tertimpa reruntuhan rumah. "Ada dua kali guncangan [gempa]," kata Herman. Tiang listrik dan tiang telepon roboh sehingga saluran komunikasi dan listrik terputus kecuali jaringan telepon selular.
Pulau Nias adalah kawasan terdekat dari pusat gempa, yaitu di laut antara Pulau Nias dan Pulau Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam. Herman menerangkan, ia bersama warga Kecamatan Bintang Laut, Nias Selatan mengungsi ke daerah pegunungan. Kekhawatiran Tsunami seperti di NAD, menurut Herman, tidak terbukti. "Empat jam setelah kejadian, air laut tidak naik," kata dia. Kejadian itu dinilai amat cepat. Warga mengaku tidak mendapat imbauan sebelumnya dari Pemerintah Kabupaten Nias.
Sementara itu, stasiun televisi CNN melansir korban jiwa paling banyak di Kabupaten Gunung Sitoli, sekitar 50 orang. Gempa di kawasan Sumut memang berkekuatan cukup besar, yaitu 8,2 Skala Richter. Getarannya dilaporkan terasa ke Medan, sebagian NAD, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Padang (Sumatra Barat) dan Palembang (Sumatra Selatan) [baca: Sumut Diguncang Gempa 8,2 Skala Richter]. Intensitas guncangan gempa di daerah itu berbeda-beda. Jika penduduk Medan dan Jambi merasakan dua kali gempa, warga Padang serta Bengkulu cuma satu kali. Thailand, Srilanka, dan India pun ikut merasakan gempa meski kekuatannya kecil.
Penduduk Banda Aceh dilaporkan kalang kabut. Beberapa saat setelah gempa terjadi penduduk berhamburan ke luar rumah mencari tempat yang lebih tinggi. Mereka mengaku takut Tsunami kembali menerjang. Kepanikan terjadi selama lebih dari dua jam. Dari pantauan SCTV, suasana mulai kondusif menjelang pukul 04.00 WIB [baca: Banda Aceh Tenang]. Penduduk Banda Aceh yang semula berkumpul di kawasan Simpang Surabaya mencair. Namun, sebagian warga ada memilih tidur di Masjid Baiturrahman, Masjid Pahlawan, dan Masjid Lampineun.
Kepanikan juga dirasakan di Kabupaten Lampulo dan Kota Singkil, sebelah selatan NAD. Pengungsi yang tinggal di tenda darurat berlarian ke daerah pegunungan di Lambaro karena takut air laut naik. Penampungan pengungsi di Lampulo memang terbilang dekat dengan pantai. Penduduk Kota Singkil menyelamatkan diri ke Masjid Baiturrahim, Gunung Simpang Kanan, dan Gunung Meriah.
Anggota DPRD Singkil Tafsir saat berdialog mengatakan, gempa mengakibatkan jalan-jalan retak dan jembatan patah sehingga akses transportasi putus. "Rumah dari beton retak dan rumah kayu banyak roboh," kata Tafsir. Pulo Saro dan Desa Ujung seperti disebut Tafsir adalah desa yang berada di sisi sungai. Hingga kini, jumlah korban belum dapat dipastikan. Tafsir mengkhawatirkan kondisi penduduk Kecamatan Pulo di sebelah barat Kota Singkil. Kawasan ini terletak di pesisir pantai dan bisa ditempuh dari Singkil dengan kapal selama tiga jam.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Aceh meminta warga waspada. Namun, BMG Aceh yakin gempa di kedalaman 40 kilometer di bawah laut tak akan menimbulkan Tsunami. Sebab, gelombang Tsunami terjadi jika kedalaman pusat gempa di bawah 20 kilometer, seperti terjadi akhir Desember 2004 [baca: Jumlah Korban Tewas Tsunami Mencapai Ribuan].
Kepala Bidang Gempa Bumi BMG Pusat Suhardjono memastikan, gempa yang terjadi semalam bukan susulan dari gempa sebelumnya di Tanah Rencong. &uotIni rentetan dari gempa tanggal 26 [Desember 2004]," kata Suhardjo. Bencana alam ini cukup kuat karena Pulau Sumatra ada di daerah pertemuan lempengan yang berpotensi menimbulkan gempa. Intensitas gempa dirasakan berbeda-beda, kata Suhardjono, tergantung jauh dekat wilayah itu dari episentrum. "Getaran secondary lebih buruk dari getaran awal karena sifatnya horisontal sehingga menimbulkan gedung ambruk," jelas Suhardjono.
Suhardjono berharap warga dan petugas BMG di NAD dan Sumut memasang mata kendati bahaya Tsunami tak lagi mengancam. Menurut dia, lumrahnya Tsunami terjadi akibat gempa tektonik, kedalaman gempa dangkal, dan terjadi deformasi (perubahan wujud atau bentuk). Cuma sekali dari 160 bencana Tsunami di Indonesia akibat gempa vulkanik, yaitu ketika Krakatau meletus. "Penduduk tetap segera berlindung ke tempat tinggi, karena gelombang Tsunami umumnya terjadi lima atau sepuluh menit setelah gempa," ujar Suhardjono.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Pulau Nias adalah kawasan terdekat dari pusat gempa, yaitu di laut antara Pulau Nias dan Pulau Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam. Herman menerangkan, ia bersama warga Kecamatan Bintang Laut, Nias Selatan mengungsi ke daerah pegunungan. Kekhawatiran Tsunami seperti di NAD, menurut Herman, tidak terbukti. "Empat jam setelah kejadian, air laut tidak naik," kata dia. Kejadian itu dinilai amat cepat. Warga mengaku tidak mendapat imbauan sebelumnya dari Pemerintah Kabupaten Nias.
Sementara itu, stasiun televisi CNN melansir korban jiwa paling banyak di Kabupaten Gunung Sitoli, sekitar 50 orang. Gempa di kawasan Sumut memang berkekuatan cukup besar, yaitu 8,2 Skala Richter. Getarannya dilaporkan terasa ke Medan, sebagian NAD, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Padang (Sumatra Barat) dan Palembang (Sumatra Selatan) [baca: Sumut Diguncang Gempa 8,2 Skala Richter]. Intensitas guncangan gempa di daerah itu berbeda-beda. Jika penduduk Medan dan Jambi merasakan dua kali gempa, warga Padang serta Bengkulu cuma satu kali. Thailand, Srilanka, dan India pun ikut merasakan gempa meski kekuatannya kecil.
Penduduk Banda Aceh dilaporkan kalang kabut. Beberapa saat setelah gempa terjadi penduduk berhamburan ke luar rumah mencari tempat yang lebih tinggi. Mereka mengaku takut Tsunami kembali menerjang. Kepanikan terjadi selama lebih dari dua jam. Dari pantauan SCTV, suasana mulai kondusif menjelang pukul 04.00 WIB [baca: Banda Aceh Tenang]. Penduduk Banda Aceh yang semula berkumpul di kawasan Simpang Surabaya mencair. Namun, sebagian warga ada memilih tidur di Masjid Baiturrahman, Masjid Pahlawan, dan Masjid Lampineun.
Kepanikan juga dirasakan di Kabupaten Lampulo dan Kota Singkil, sebelah selatan NAD. Pengungsi yang tinggal di tenda darurat berlarian ke daerah pegunungan di Lambaro karena takut air laut naik. Penampungan pengungsi di Lampulo memang terbilang dekat dengan pantai. Penduduk Kota Singkil menyelamatkan diri ke Masjid Baiturrahim, Gunung Simpang Kanan, dan Gunung Meriah.
Anggota DPRD Singkil Tafsir saat berdialog mengatakan, gempa mengakibatkan jalan-jalan retak dan jembatan patah sehingga akses transportasi putus. "Rumah dari beton retak dan rumah kayu banyak roboh," kata Tafsir. Pulo Saro dan Desa Ujung seperti disebut Tafsir adalah desa yang berada di sisi sungai. Hingga kini, jumlah korban belum dapat dipastikan. Tafsir mengkhawatirkan kondisi penduduk Kecamatan Pulo di sebelah barat Kota Singkil. Kawasan ini terletak di pesisir pantai dan bisa ditempuh dari Singkil dengan kapal selama tiga jam.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Aceh meminta warga waspada. Namun, BMG Aceh yakin gempa di kedalaman 40 kilometer di bawah laut tak akan menimbulkan Tsunami. Sebab, gelombang Tsunami terjadi jika kedalaman pusat gempa di bawah 20 kilometer, seperti terjadi akhir Desember 2004 [baca: Jumlah Korban Tewas Tsunami Mencapai Ribuan].
Kepala Bidang Gempa Bumi BMG Pusat Suhardjono memastikan, gempa yang terjadi semalam bukan susulan dari gempa sebelumnya di Tanah Rencong. &uotIni rentetan dari gempa tanggal 26 [Desember 2004]," kata Suhardjo. Bencana alam ini cukup kuat karena Pulau Sumatra ada di daerah pertemuan lempengan yang berpotensi menimbulkan gempa. Intensitas gempa dirasakan berbeda-beda, kata Suhardjono, tergantung jauh dekat wilayah itu dari episentrum. "Getaran secondary lebih buruk dari getaran awal karena sifatnya horisontal sehingga menimbulkan gedung ambruk," jelas Suhardjono.
Suhardjono berharap warga dan petugas BMG di NAD dan Sumut memasang mata kendati bahaya Tsunami tak lagi mengancam. Menurut dia, lumrahnya Tsunami terjadi akibat gempa tektonik, kedalaman gempa dangkal, dan terjadi deformasi (perubahan wujud atau bentuk). Cuma sekali dari 160 bencana Tsunami di Indonesia akibat gempa vulkanik, yaitu ketika Krakatau meletus. "Penduduk tetap segera berlindung ke tempat tinggi, karena gelombang Tsunami umumnya terjadi lima atau sepuluh menit setelah gempa," ujar Suhardjono.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360863/original/067393500_1758767787-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-09-25T090726.096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/435116/original/290305aGempaAceh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)