TelkomGroup bersama Danantara Perkuat Infrastruktur Data Center Nasional untuk Sovereign AI Indonesia

Telkom Group melalui NeutraDC memperkuat rencana pengembangan AI Data Center hingga 1 GW upaya pemerataan kapabilitas komputasi nasional.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 14:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan infrastruktur AI nasional. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan National AI Data Center & Electrification Strategic Workshop yang diselenggarakan oleh Danantara Indonesia bertempat di Wisma Danantara, Jakarta, pada Selasa (22/9/2026) lalu. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas BUMN, regulator, dan pelaku industri.

Mengangkat tema “Building Indonesia’s Sovereign AI Infrastructure: Validating National Demand, Data Center & Power Readiness”, workshop yang diselenggarakan pada hari pertama membahas validasi kebutuhan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) nasional. Pembahasan juga mencakup penyelarasan proyeksi permintaan dengan kesiapan infrastruktur data center dan ketersediaan pasokan listrik.

Kegiatan ini mempertemukan perwakilan BUMN dari berbagai sektor, mencakup jasa keuangan, energi, telekomunikasi, transportasi, kesehatan, hingga manufaktur, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji, Direktur Utama NeutraDC Rakhmad Tunggal Afifuddin, serta Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) M. Fahrur Rozy turut hadir dalam workshop tersebut.

Sebagai penyedia infrastruktur digital, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menjelaskan peran Telkom sebagai tulang punggung digital nasional. Peran tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap pengembangan kapabilitas sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity untuk memenuhi kebutuhan sektor pemerintahan dan BUMN.

“Data Center Telkom menjadi fondasi bagi Indonesia dalam membangun ekosistem Sovereign AI yang berdaulat dan berkelanjutan,” ujar Seno.

Agenda hari pertama difokuskan pada pemetaan prioritas use case AI di lingkungan BUMN sekaligus penyusunan proyeksi kebutuhan computer dan kapasitas IT dalam skenario Low-Base-High. Pemetaan ini menjadi dasar untuk mempertemukan proyeksi demand dengan rencana pengembangan data center NeutraDC dan kesiapan pasokan daya PLN, sebelum memasuki tahap validasi kelayakan investasi.

Hasil pemetaan terhadap lebih dari 70 responden BUMN menunjukkan adanya kebutuhan data center yang signifikan, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor perbankan, serta mobilitas dan kesejahteraan. Dari sisi geografis, permintaan tersebut terkonsentrasi di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali), kemudian Batam dan Indonesia Timur. Tren ini diproyeksikan terus meningkat hingga 2030 seiring dengan semakin luasnya pemanfaatan AI di lingkungan BUMN.

Lebih dari 70 BUMN Ikut Memetakan Kebutuhan

 

Sejalan dengan tren tersebut, pola pemanfaatan AI di BUMN juga diproyeksikan mengalami perubahan.Jika pada periode 2026–2029 AI masih banyak dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam aktivitas sehari-hari, pada 2030 pemanfaatannya diperkirakan berkembang menuju AI agentic dan operasional yang terintegrasi, dengan konsumsi yang diperkirakan mencapai sekitar 70% dari total kapasitas data center.

Proyeksi tersebut turut menunjukkan pentingnya kesiapan infrastruktur untuk menopang peningkatan kebutuhan komputasi AI. Menangkap peluang tersebut, NeutraDC menyiapkan rencana pengembangan AI data center dengan kapasitas hingga 1 GW di Batam, Jabodetabek, Jawa, dan Manado, yang diperkuat dengan 26 edge data center di 21 kota guna mendukung pemerataan kapabilitas komputasi secara nasional. Dari sisi energi, PLN menyampaikan kesiapan untuk menjadi mitra strategis dalam menyediakan reliable power dan green energy, termasuk mempersiapkan pasokan listrik berskala gigawatt untuk mendukung pertumbuhan data center sekaligus agenda dekarbonisasi nasional.

Dalam sesi diskusi, Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei menekankan pentingnya menyelaraskan proyeksi kebutuhan AI nasional dengan kesiapan infrastruktur digital dan energi agar investasi BUMN dapat memberikan nilai strategis yang terukur.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi Edwin Hidayat Abdullah menggarisbawahi peran koordinasi lintas kementerian dan regulasi dalam mendukung pembangunan ekosistem AI yang berdaulat.

NeutraDC Siapkan Data Center hingga 1 GW

Sementara itu, Direktur NeutraDC Rakhmad Tunggal Afifuddin memaparkan kesiapan infrastruktur AI data center NeutraDC serta strategi phasing pengembangan menuju kapasitas 1 GW, termasuk strategi tiga wilayah (3-region strategy) untuk mendukung pemerataan kapasitas komputasi AI di berbagai wilayah Indonesia. Strategi ini turut menjadi acuan dalam menyelaraskan proyeksi demand BUMN pada hari pertama workshop.

Hasil validasi dari kegiatan workshop pada hari pertama menjadi sebuah titik awal untuk agenda hari kedua, yang berfokus pada pemetaan peluang investasi Phase-1 serta penjajakan bankabilitas bersama investor dan lembaga pembiayaan. Rangkaian agenda ini menjadi bagian dari upaya menyatukan proyeksi kebutuhan AI dengan kesiapan infrastruktur digital dan dukungan energi, guna membangun fondasi AI Indonesia yang berdaulat, andal, dan berkelanjutan.

 

(*)