TelkomGroup dan China Unicom Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Digital Indonesia

TelkomGroup dan China Unicom berkolaborasi mengembangkan ekosistem digital Indonesia, termasuk konektivitas dan solusi teknologi untuk mendukung transformasi di

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 20:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperluas penjajakan kerja sama dengan mitra global melalui kemitraan strategis bersama PT China Unicom Indonesia Operations (China Unicom). Kolaborasi tersebut melibatkan tiga operating company Telkom, yakni PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), untuk mengeksplorasi pengembangan infrastruktur digital, konektivitas, serta solusi teknologi di Indonesia.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani di Jakarta pada 21 September 2026. Penandatanganan dilakukan Direktur Network Telkom Nanang Hendarno bersama jajaran Direksi Telkomsel, InfraNexia, dan Mitratel serta Direktur China Unicom Wu Xu Hua, dengan didampingi Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji.

Penandatanganan MoU ini memperkuat langkah TelkomGroup dalam membangun koneksi dengan mitra global sekaligus memperluas kapabilitas ekosistem digital nasional. Dengan menempatkan kebutuhan pelanggan dan penciptaan nilai sebagai dasar pengembangan setiap inisiatif, TelkomGroup dan China Unicom akan terus menggali peluang kolaborasi yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis, memperkuat daya saing industri, serta memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan.

MoU antara TelkomGroup dan China Unicom menggunakan skema multilateral yang menggabungkan kapabilitas TelkomGroup dan China Unicom dalam satu kerangka kolaborasi. Dengan prinsip resiprokal, kedua pihak membuka peluang penjajakan kerja sama pada lima bidang utama, yakni ekosistem data center, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), solusi dan use case 5G, konektivitas, serta Internet of Things (IoT).

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengembangkan produk, layanan, dan peluang bisnis bagi pelanggan enterprise di Indonesia, sekaligus menjajaki akses ke pasar global sesuai kapabilitas dan kesepakatan para pihak.

TelkomGroup akan mengombinasikan infrastruktur, ekosistem pelanggan, danpemahaman pasar domestiknya dengan pengalaman internasional, kapabilitas teknologi, serta jaringan ekosistem global China Unicom. Dengan skala tersebut, China Unicom saat ini menjangkau lebih dari 1,2 miliar pengguna, didukung hampir 5 juta base station 5G dan lebih dari 670.000 kilometer kabel laut.

Telkom Dorong Modernisasi Infrastruktur Digital

Direktur Network Telkom Nanang Hendarno menyampaikan kolaborasi dengan China Unicom menjadi langkah strategis bagi TelkomGroup untuk memperkuat fondasi jaringan nasional di tengah kebutuhan akan layanan digital yang kian meningkat.

"Melalui inisiatif ini, kami ingin meningkatkan kapasitas dan keandalan ekosistem telekomunikasi digital yang kami miliki, sehingga dapat menghadirkan pengalaman dan layanan yang semakin optimal untuk mendukung pelanggan enterprise di Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, Nanang menambahkan skala jaringan global China Unicom membuka peluang bagi TelkomGroup untuk saling bertukar wawasan teknis dan benchmark kelas dunia.

"Kami optimis kolaborasi ini akan mendorong percepatan modernisasi jaringan serta memperkuat daya saing infrastruktur digital nasional ke depannya," tambahnya.

Senada, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan kemitraan ini merupakan bagian dari langkah TelkomGroup untuk memperluas kerja sama strategis dengan mitra global yang memiliki kapabilitas dan pengalaman komplementer.

"Melalui skema multilateral ini, kami ingin menggabungkan kekuatan TelkomGroup dengan kapabilitas global China Unicom untuk membuka peluang bisnis baru serta menghadirkan nilai yang semakin relevan bagi pelanggan dan industri di Indonesia," kata Seno Soemadji.

Penjajakan kolaborasi di lima bidang yang telah disepakati akan melibatkan Telkomsel, InfraNexia, dan Mitratel sesuai dengan kapabilitas serta portofolio bisnis masing-masing. Dengan pendekatan ini, setiap inisiatif dapat melibatkan satu atau lebih entitas TelkomGroup, bergantung pada relevansi solusi dan kebutuhan pelanggan. Kemitraan ini juga memungkinkan pemanfaatan kapabilitas para pihak secara dua arah.

China Unicom dapat memanfaatkan infrastruktur TelkomGroup, termasuk layanan data center, cloud, dan konektivitas. Di sisi lain, TelkomGroup dapat memanfaatkan kapabilitas teknologi serta jaringan ekosistem global China Unicom untuk mendukung pengembangan solusi sekaligus membuka akses ke pelanggan dan pasar internasional.

Kerja Sama Dibuka Secara Resiprokal

Skema resiprokal ini juga turut memperluas ruang kolaborasi kedua grup, tidak hanya dalam bentuk hubungan business-to-business konvensional, tetapi juga melalui pemanfaatan kapabilitas dan ekosistem masing-masing entitas.

Tahapan selanjutnya mencakup validasi pasar, pertukaran wawasan dan benchmark global, demonstrasi kapabilitas, pendalaman teknis, alih pengetahuan, serta penjajakan inisiatif bersama. Setiap peluang akan dievaluasi berdasarkan kesiapan pasar, nilai bisnis, serta peran dan kapabilitas masing-masing pihak sebelum dituangkan dalam perjanjian definitif.

Dalam hubungan komersial dengan pelanggan di Indonesia, TelkomGroup tetap memegang peran utama. Keterlibatan China Unicom dengan pelanggan TelkomGroup akan dilakukan bersama di bawah TelkomGroup, dengan dukungan China Unicom sesuai ruang lingkup kerja sama yang disepakati para pihak.

 

(*)