Sonnet 5.5 Rilis, Anthropic Perkuat Keamanan AI dengan Perlindungan Baru

Anthropic merilis Sonnet 5.5 dengan performa lebih tinggi dan sistem keamanan baru untuk menghadapi risiko siber serta pencurian kemampuan AI. Seberapa aman?

Diterbitkan 29 September 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anthropic resmi merilis Claude Sonnet 5.5 dengan peningkatan kemampuan coding dan pekerjaan sehari-hari. Model ini juga membawa sistem keamanan yang sebelumnya digunakan pada model Anthropic dengan kemampuan lebih tinggi.

Dikutip dari The Next Web, Selasa (29/9/2026), Sonnet 5.5 mencetak 70,6% pada Terminal-Bench 4.0. Skor tersebut lebih tinggi dari Sonnet 5 yang mendapat 10,3% dan Opus 5.5 dengan 66,4%.

Anthropic mengatakan, “Kami tidak menemukan bukti bahwa Sonnet 5.5 mengejar tujuan yang bertentangan dengan tujuan pengguna.” Pernyataan ini disampaikan perusahaan dalam penilaian keamanan model.

Peningkatan itu terlihat pada kemampuan agentic coding, yaitu saat AI menjalankan tugas pemrograman melalui beberapa langkah secara mandiri. Anthropic juga mengklaim Sonnet 5.5 menghasilkan output 30% lebih cepat dibanding pendahulunya.

Kemampuan sibernya turut mendapat perhatian. Anthropic menilai performa Sonnet 5.5 dalam bidang ini sudah sebanding dengan Opus 5, sehingga model baru tersebut mendapat perlindungan keamanan yang sebelumnya hanya diberikan kepada model paling canggih.

Untuk permintaan keamanan siber berisiko tinggi, pengguna akan dialihkan ke Sonnet 5. Namun, kebutuhan coding biasa tetap bisa dilakukan menggunakan Sonnet 5.5.

Anthropic juga memperkuat perlindungan terhadap distillation, yaitu cara mengambil kemampuan sebuah AI dalam jumlah besar untuk digunakan membuat model lain.

Perusahaan menambahkan safety classifiers yang mencegah proses penalaran model diekstrak. Sonnet 5.5 juga memperluas fitur preserved thinking sehingga proses berpikir tetap terhubung dengan akun yang membuatnya.

Sonnet 5.5 Lebih Cepat dan Lebih Hemat

Anthropic mengatakan Sonnet 5.5 memakai jumlah token yang lebih sedikit untuk menyelesaikan tugas dibanding Sonnet 5. Efisiensi ini membuat biaya per tugas bisa turun hingga 30%, sementara kecepatan menghasilkan jawaban meningkat lebih dari 30%.

Model tersebut dibanderol USD 2 atau sekitar Rp 36 ribu per satu juta input token. Biaya output token mencapai USD 10 atau sekitar Rp 180 ribu per satu juta token.

Perlindungan tambahan hadir setelah peneliti menemukan 315.320 blok penalaran dari 6.708 agent traces publik. Dalam data itu, mereka juga menemukan 62 API keys, 33 kata sandi, dan tujuh private keys.

Anthropic menilai Sonnet 5.5 bukan lompatan baru pada teknologi AI. Namun, peningkatan di bidang keamanan siber yang cukup besar sehingga model ini membutuhkan perlindungan lebih ketat.