Laporan Liputan6.com dari Busan: LG Masih Cari Formula Jitu Jualan Dryer di Indonesia, Ini Tantangan Utamanya

LG melihat Indonesia sebagai pasar besar untuk dryer dan WashTower. Namun, perusahaan menyadari ada beberapa hambatan yang harus dihadapi.

Diterbitkan 09 April 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - LG mengungkap Indonesia sebagai salah satu pasar dengan peluang besar untuk pertumbuhan perangkat rumah tangga premium, terutama kategori dryer dan WashTower.

Walau memiliki potensi besar, perjalanan perusahaan berbasis Korea Selatan untuk menggarap pasar di Tanah Air ini belum sepenuhnya mulus.

Hal ini diungkap langsung oleh Sunghan Kim, selaku VP, HS Asia Sales & Marketing Division Lead LG di sela-sela ajang LG InnoFest 2026 APAC di Busan Korea Selatan, Rabu (7/6/2026).

Ia menilai, Indonesia punya ruang tumbuh lebar karena penetrasi untuk produk seperti dryer masih relatif rendah. Kondisi ini membuat pasar di Tanah Air menarik bagi LG, terutama saat tren global justru bergerak ke arah perangkat rumah tangga lebih modern dan praktis. 

“Jadi, saya melihat pasar Indonesia memiliki potensi besar bagi pertumbuhan LG,” katanya. Pernyataan ini tidak datang tanpa asalan. LG berpendapat, pasar Indonesia masih didominasi oleh produk dengan format lebih sederhana.

Contohnya mesin cuci. Indonesia masih memiliki porsi twin tub washing machine tinggi. Di kulkas, model satu pintu masih banyak dipakai. Padahal secara global, tren terus mengarah ke front loader untuk mesin cuci dan multi door refrigerator untuk lemari es.

Melihat masih ada potensi pasar yang besar, perusahaan asal Korea ini mencoba memperkenalkan lini produk dianggap mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Indonesia, yakni perangkat dryer.

Walau sangat relevan bagi warga Indonesia yang punya kelembapan tinggi dan musim hujan panjang, kenapa LG masih sungkan untuk merilis dryer mereka di Tanah Air.

Sunghan Kim mengaku, dia dan tim LG hingga saat ini masih berusaha mencari pemicu (hook) tepat agar lebih banyak konsumen di Indonesia mau mencoba perangkat ini. Ia menilai, masalah harga dan efisiensi listrik menjadi dua hal yang harus dijawab secara konkret.

“Jadi, saya mencoba mencari tahu apa yang akan menjadi daya tarik untuk menarik lebih banyak konsumen Indonesia. Saya rasa harga dan efisiensi listriknya,” kata dia.

 

Solusi Pintar di Rumah Tangga

Sunghan Kim, selaku VP, HS Asia Sales & Marketing Division Lead LG, saat ditemui di ajang LG InnoFest 2026 APAC di Busan, Korea Selatan. Rabu (8/4/2026). (Liputan6.com/ Yuslianson)

LG sendiri tampaknya sadar, strategi menjual dryer di Indonesia tidak bisa disamakan dengan pasar lain. Karena itu, perusahaan mencoba memposisikan dryer dan WashTower sebagai solusi menawarkan kemudahan, efisiensi ruang, dan pengalaman penggunaan lebih nyaman. 

Produk ini lahir dari pengamatan terhadap perilaku konsumen, termasuk kebutuhan mengoperasikan mesin dengan kontrol lebih mudah dijangkau.

Sebelumnya, Sunghan Kim menjelaskan LG mengembangkan WashTower setelah melihat dua hal. Pertama, masih banyak konsumen yang belum menggunakan dryer padahal manfaatnya besar. 

Kedua, ada keluhan soal kontrol dryer yang sering berada di posisi terlalu tinggi. WashTower kemudian dirancang dengan center control agar penggunaan lebih praktis.

“Dan yang kedua adalah, apa masalah atau kendala yang mereka alami, para pengguna pengering. Jadi, salah satunya adalah kemudahan mengontrol pengering karena letaknya di bagian atas. Karena itulah kami mulai mengembangkan menara cuci,” ujarnya.

Secara global, konsep ini disebut diterima sangat baik. LG menyebut WashTower terjual sangat cepat di pasar dunia. Namun, untuk Indonesia, perusahaan masih melihat ruang tumbuh jauh lebih besar.

“Masih banyak ruang untuk berkembang. Dan kami melihat potensi yang besar,” kata Sunghan Kim ketika ditanya kontribusi pasar Indonesia terhadap penjualan WashTower.

 

Langkah LG Bawa WashTower ke Indonesia

Deretan mesin cuci baru yang dipamerkan di LG InnoFest 2026 APAC. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Bagi LG, strategi untuk pasar Indonesia tampaknya akan dimulai dari kelompok konsumen lebih terbuka pada teknologi baru dan punya minat pada perangkat rumah tangga premium. Setelah itu, pengalaman penggunaan diharapkan bisa menjadi pendorong pertumbuhan yang lebih luas.

LG juga tidak hanya bertaruh pada satu produk. Selain WashTower, perusahaan juga menyinggung heat pump dryer dan wash combo yang bisa mencuci dan mengeringkan pakaian dalam satu mesin. 

Semua produk itu dipandang punya peluang berkembang di Indonesia, asalkan perusahaan mampu menemukan pendekatan komunikasi yang tepat.