MyRepublic Dorong Sinergi FTTH dan FWA Demi Percepat Digitalisasi Nasional

MyRepublic menilai teknologi FTTH, FWA, dan selular bukan sebagai kompetitor, melainkan sebagai solusi yang saling melengkapi.

Diterbitkan 09 April 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - MyRepublic Indonesia menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemerataan akses digital nasional melalui partisipasi aktif dalam seminar strategis yang digelar Institut Teknologi Bandung (ITB), baru-baru ini.

Dalam forum tersebut, MyRepublic hadir sebagai representasi industri guna memaparkan strategi implementasi jaringan broadband.

Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, duduk bersama sejumlah pakar, di antaranya Ian Josef Matheus Edward (Dosen STEI ITB), Denny Setiawan (Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi), serta Merza Fachys (Sekjen ATSI).

Hendra memaparkan bahwa pengembangan jaringan Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA) memiliki tantangan yang berbeda.

"FTTH memerlukan investasi besar dan kompleksitas pembangunan fisik, sementara FWA kerap terkendala keterbatasan spektrum meskipun lebih cepat dalam proses penyebaran," ujarnya, dikutip dari Antara, Kamis (9/4/2026).

Menyikapi hal tersebut, MyRepublic menerapkan strategi berbasis karakteristik wilayah, di mana FTTH fifokuskan pada area padat penduduk dengan kebutuhan bandwidth tinggi dan stabilitas koneksi.

Sementara FWA menjadi solusi akselerasi penetrasi internet di wilayah semi-urban atau area yang belum terjangkau kabel optik.

"Kami melihat FTTH, FWA, dan selular bukan sebagai kompetitor, melainkan sebagai solusi yang saling melengkapi. FTTH tetap menjadi backbone utama untuk konektivitas stabil, sementara FWA berperan memperluas jangkauan ke pasar baru," Hendra memaparkan.

 

Tantangan Industri dan Dukungan Regulasi

Meskipun dinamika harga FWA di pasar saat ini tidak berdampak langsung terhadap layanan FTTH, MyRepublic tetap memantau tren tersebut sebagai bagian dari pembentukan ekspektasi harga konsumen di masa depan.

Hendra menekankan bahwa kecepatan industri dalam memperluas jangkauan layanan sangat bergantung pada dukungan regulasi dan insentif yang tepat dari pemerintah.

"Dengan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan, MyRepublic optimistis konektivitas yang merata dan terjangkau dapat segera terwujud," ucapnya menambahkan.

 

Visi Masa Depan

Selain berbagi wawasan industri, kehadiran MyRepublic di ITB bertujuan memberikan pemahaman aplikatif bagi mahasiswa mengenai realita implementasi teknologi di lapangan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem digital Indonesia.

Saat ini, MyRepublic terus memperluas jaringan full fiber optic di berbagai kota untuk mendukung produktivitas dan hiburan masyarakat.

Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk tetap adaptif dalam mengembangkan jaringan berkelanjutan, sejalan dengan visi pemerintah untuk mengeliminasi kesenjangan digital di seluruh pelosok negeri.