Apple Rilis Chip M5 Pro dan M5 Max, Performa AI Melonjak hingga 4 Kali Lebih Cepat

Apple resmi memperkenalkan M5 Pro dan M5 Max dengan Fusion Architecture terbaru. Chip ini membawa CPU 18 core dan peningkatan komputasi AI hingga 4 kali lipat.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Apple semakin serius untuk mempercepat evolusi Apple silicon atau chipset buatan mereka sendiri dengan memperkenalkan dua chip terbaru, yakni M5 Pro dan M5 Max.

Perusahaan menyebutkan, M5 Pro dan M5 Max dibangun menggunakan Fusion Architecture terbaru rancangan Apple. Arsitektur ini menggabungkan dua dies 3 nanometer generasi ketiga ke dalam satu system on chip.

Di dalamnya terdapat CPU baru, GPU generasi selanjutnya, Media Engine, pengontrol memori terpadu, Neural Engine, serta dukungan Thunderbolt 5 langsung dari chip.

Pembuat iPhone ini menyebutkan, chip M5 Pro dan M5 Max sebagai chipset tercanggih untuk laptop profesional saat ini.

“M5 Pro dan M5 Max merupakan lompatan besar bagi Apple silicon, memanfaatkan Fusion Architecture baru kami untuk meningkatkan skala Apple silicon sambil tetap mempertahankan prinsip utamanya, yaitu integrasi, efisiensi daya, dan memori terintegrasi,” kata Johny Srouji, Senior Vice President, Hardware Technologies di Apple.

Johny mengatakan, “kedua chip ini menekankan laju inovasi kami yang tanpa henti, melalui integrasi CPU tercepat di dunia, GPU generasi berikutnya dengan Neural Accelerator, Neural Engine yang lebih cepat, dan arsitektur memori terintegrasi bandwidth tinggi, menghasilkan perpaduan tak tertandingi akan performa, efisiensi, dan kemampuan AI yang mengagumkan pada perangkat untuk MacBook Pro."

CPU dengan Core Super Cepat

M5 Pro dan M5 Max mengusung CPU 18 core yang terdiri dari 6 core super dan 12 core performa baru. Core super diklaim sebagai desain core berperforma tertinggi dengan performa thread tunggal tercepat di dunia.

Apple juga meningkatkan bandwidth front-end, hierarki cache, dan sistem prediksi branch untuk mendorong lonjakan performa. Secara keseluruhan, CPU menghadirkan peningkatan hingga 30 persen untuk beban kerja profesional dibanding generasi sebelumnya.

Untuk multitasking berat, performa multithread bahkan mencapai 2,5 kali lebih tinggi dibanding M1 Pro dan M1 Max. Ini relevan bagi analis data, insinyur simulasi, hingga pengembang yang menjalankan komputasi kompleks.

 

GPU Generasi Baru

MacBook Pro M5 Pro dan M5 Max Diumumkan, Performa AI 8 Kali Lebih Cepat dan SSD 2x Ngebut. (Doc: Apple)

Sektor grafis menjadi salah satu fokus utama. M5 Pro hadir dengan GPU hingga 20 core, sementara M5 Max mencapai 40 core. Setiap core GPU dilengkapi Neural Accelerator. 

Apple mengklaim peningkatan komputasi GPU puncak untuk AI lebih dari 4 kali lipat dibanding generasi sebelumnya. Dibanding M1 Pro dan M1 Max, lonjakannya bahkan menembus 6 kali lipat.

Performa grafis meningkat hingga 20 persen dibanding M4 Pro dan M4 Max. Untuk aplikasi yang menggunakan ray tracing, peningkatannya mencapai 35 persen di M5 Pro dan 30 persen di M5 Max.

Desainer 3D, animator, dan seniman VFX bisa melihat pratinjau adegan kompleks secara real time dengan lebih mulus.

 

Bandwidth Memori Lebih Tinggi

MacBook Pro M5 Pro dan M5 Max. (Doc: Apple)

M5 Pro mendukung memori terintegrasi hingga 64GB dengan bandwidth 307 GB per detik. M5 Max melangkah lebih jauh dengan dukungan hingga 128GB dan bandwidth 614 GB per detik.

Bandwidth tinggi ini krusial untuk pelatihan model AI lokal, pemrosesan dataset besar, serta adegan video resolusi tinggi.

Apple juga menyematkan berbagai teknologi penting langsung di chip:

  • Neural Engine 16 core dengan koneksi bandwidth memori lebih tinggi
  • Media Engine terbaru dengan dukungan H.264, HEVC, AV1, dan ProRes
  • Memory Integrity Enforcement untuk perlindungan memori tingkat lanjut
  • Implementasi Thunderbolt 5 langsung di chip dengan pengontrol khusus

M5 Pro dan M5 Max dirancang untuk memberi tenaga pada MacBook Pro generasi terbaru dan memenuhi kebutuhan profesional di bidang AI, desain, sains data, hingga produksi konten.

Lewat dua chip ini juga, perusahaan berbasis di Cupertino tersebut ingin mempertegas arah pengembangan Apple silicon dengan fokus pada performa, efisiensi daya, dan komputasi AI.