Pramono Siapkan 11 Rusun Baru, Bisa Dibeli atau Disewa

Pramono menilai semakin sulit bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah untuk memiliki rumah tapak di Jakarta.

Diterbitkan 25 Juni 2026, 09:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI menyetujui pembangunan 11 rusun baru pada 2027 untuk akses hunian.
  • Hunian vertikal jadi solusi keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah di Jakarta.
  • Jakarta tetap terbuka bagi pendatang, namun ketertiban umum harus dijaga.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut telah menyetujui pembangunan 11 rumah susun (rusun) baru pada 2027. Ia menyatakan, proyek itu menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI memperluas akses hunian bagi masyarakat di tengah semakin terbatasnya ketersediaan lahan di ibu kota.

“Dalam rapat anggaran saya sudah menyetujui untuk tahun depan ini kita bangun 11 rusun baru yang besar untuk memberikan kemudahan secara terbuka dan transparan bagi siapa pun untuk memilikinya ataupun menyewanya,” kata Pramono di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

Menurut Pramono, pembangunan hunian vertikal menjadi solusi yang tidak bisa dihindari Jakarta yang tengah menghadapi keterbatasan lahan. Ia menilai semakin sulit bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah untuk memiliki rumah tapak di Jakarta karena tingginya harga tanah.

“Karena enggak mungkin di Jakarta ini orang bisa memiliki lahan kecuali orang yang mampu ya, yang landed. Maka housing yang vertikal inilah yang menjadi kata kunci untuk itu,” ujarnya.

Pramono mengatakan pembangunan 11 rusun baru tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan hunian yang lebih luas bagi warga, baik melalui skema kepemilikan maupun sewa.

Dia menegaskan prosesnya akan dilakukan secara terbuka dan transparan agar dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.

Pendatang Jakarta Meningkat

Dalam kesempatan ini, ia mengungkapkan telah menerima laporan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mengenai meningkatnya jumlah masyarakat yang kembali datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan maupun peluang usaha.

“Dalam kondisi ekonomi yang seperti ini, dan saya mendapatkan laporan dari Dukcapil, banyak masyarakat yang sekarang datang kembali ke Jakarta karena hub-nya ada di Jakarta,” katanya.

Meski begitu, Pramono berujar bahwa Jakarta tetap menjadi kota yang terbuka bagi siapa saja yang ingin datang dan mencari penghidupan. Namun ia mengingatkan seluruh warga, termasuk pendatang, agar tetap menjaga ketertiban umum.

“Jakarta ini kota terbuka. Siapa saja boleh datang. Siapa saja boleh berusaha di sini. Tetapi kemudian yang paling penting adalah jangan kemudian mengganggu ketertiban umum. Itu yang paling utama,” ujar Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6