Lapakgaming Battle Arena Series 3 Perluas Ruang Kolaborasi Ekosistem Game Lokal

Lapakgaming Battle Arena Series 3 kembali digelar dengan konsep “Beyond The Battle”. Tak hanya menghadirkan turnamen esports, tetapi juga jadi ruang kolaborasi.

Diterbitkan 24 Januari 2026, 16:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Industri game di Tanah Air kembali mendapat angin segar lewat penyelenggaraan Lapakgaming Battle Arena Series 3, sebuah ajang yang tidak hanya menghadirkan turnamen esports, namun juga menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas, pengembang game lokal, hingga pelaku industri kreatif.

Dengan mengusung tema “Beyond The Battle”, Lapak Gaming Battle Arena Series 3 melakukan pendekatan festival game terintegrasi, sehingga pengalaman yang ditawarkan tidak terbatas pada pertandingan, melainkan juga pada interaksi komunitas dan pengembangan industri secara berkelanjutan.

CEO Gaming Buka Group, Prasetya Setyawan, mengatakan Lapakgaming Battle Arena diposisikan sebagai wadah bagi komunitas gaming dan pengembang game lokal untuk menampilkan karya mereka kepada publik.

"Dalam penyelenggaraan acara ini, fokus utama kami adalah dukungan terhadap ekosistem game nasional," ujar Prasetya saat membuka acara Lapakgaming Battle Arena Series 3, Sabtu (24/1/2026) di Jakarta. 

Selain itu, industri game lokal diyakini memiliki potensi yang besar untuk berkembang sebagai bagian dari ekonomi kreatif Indonesia--selama akses, ruang eksposur, dan kolaborasi dapat terus diberikan secara konsisten.

Rangkaian Kegiatan di Luar Turnamen Esports

Dalam Lapakgaming Battle Arena Series 3, terdapat berbagai rangkaian kegiatan yang beragam. Selain turnamen esports, area showcase game, booth interaktif, serta sesi diskusi turut disediakan.

Melalui konsep tersebut, pengalaman pengunjung tidak hanya dibatasi pada menonton pertandingan, namun juga mendapat kesempatan untuk mencoba langsung game dan berinteraksi dengan pelaku industri.

Peran komunitas disebut sebagai fondasi utama dalam ekosistem game. Oleh karena itu, ruang pertemuan dan pertukaran gagasan antar komunitas dinilai penting untuk terus dihadirkan.

Game Lokal Turut Unjuk Gigi

Sebanyak 12 game lokal turut ditampilkan dalam area showcase pada ajang ini. Sejumlah game tersebut telah melalui proses kurasi bersama berbagai pihak, termasuk asosiasi dan komunitas pengembang game.

Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Hussein, menyampaikan bahwa eksposur terhadap game lokal di pasar domestik masih perlu ditingkatkan. Melalui ajang seperti Lapakgaming Battle Arena, kualitas game buatan pengembang Indonesia dapat diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat.

Menurutnya, promosi dan publikasi dinilai sebagai tantangan utama yang dihadapi pengembang game lokal saat ini, sehingga keberadaan acara seperti ini dianggap relevan.

Ruang Pertemuan Komunitas Gaming

Dari sudut pandang komunitas, Lapakgaming Battle Arena Series 3 dipandang sebagai ruang temu yang selama ini belum banyak tersedia. Pertemuan secara langsung antar gamer yang sebelumnya hanya berinteraksi secara daring disebut dapat difasilitasi melalui acara ini.

Selain sebagai ajang bermain, kesempatan untuk membangun jejaring, bertukar pengalaman, dan membuka potensi kolaborasi juga disebut dapat tercipta dalam penyelenggaraan Lapakgaming Battle Arena.

Komitmen terhadap Ekosistem Berkelanjutan

Melalui penyelenggaraan seri ketiganya, komitmen terhadap pembangunan ekosistem game yang berkelanjutan kembali ditegaskan.

Fokus utama acara ini disebut tidak diarahkan pada target pendapatan, melainkan pada penguatan kolaborasi antara komunitas, pengembang, dan pelaku industri pendukung.

Ke depan, Lapakgaming Battle Arena diharapkan dapat digelar di lebih banyak daerah di Indonesia, sehingga dampak pengembangan industri game lokal dapat dirasakan secara lebih merata.

Infografis dampak bermain video game berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)