Guru Besar UGM: AI Tanpa Manusia Tak akan Pernah Punya Makna

Guru Besar UGM, Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, menegaskan jika manusia masih bergantung pada teknologi AI secara penuh, ilmu pengetahuan dalam peradaban tidak akan berkembang dan memasuki fase stagnasi.

Diterbitkan 17 Oktober 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Guru Besar UGM Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum menyoroti tantangan generasi muda yang hidup di zaman serba instan. Menurutnya, pendidikan tidak boleh diserahkan sepenuhnya pada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Di acara Anugerah Liputan6 pada Kamis (16/10/2025) di SCTV Tower Jakarta, ia mengkritisi kebiasaan masyarakat modern yang bergantung pada teknologi AI, yang saat ini dapat menjadi bencana bagi masa depan manusia.

"Seunggul apa pun kemampuan AI dalam mengolah data, mereka tidak memiliki dimensi esensial, seperti rasa kemanusiaan, harapan, empati, dan nilai-nilai kolektif,” ujar Prof Murti, sapaan akrabnya saat pidato di atas panggung.

Ia menekankan, jika manusia masih bergantung pada teknologi AI secara penuh, ilmu pengetahuan dalam peradaban tidak akan berkembang dan memasuki fase stagnasi.

"Hal ini disebabkan manusia telah kehilangan harapan radikal, sebuah kemampuan yang dapat membayangkan sesuatu dari wujud ketiadaan menjadi ada, untuk mendorong perubahan dan menciptakan inovasi," ucap Prof Murti.

Jadi, meskipun AI unggul dalam banyak hal, berdasarkan seluruh hasil observasi, Prof Murti merumuskan sebuah kesimpulan. Mesin tanpa manusia tak akan pernah punya makna.

"Saya kira mesin (AI) tanpa manusia, ia akan tidak pernah memiliki makna," tutur Prof Murti, menegaskan.

Lantas Bagaimana Semestinya Kita Bersikap?

Meskipun penggunaan teknologi AI secara penuh dinilai berbahaya, menurutnya, menolak teknologi juga bukan hal yang bijaksana. Guru Besar UGM itu menyarankan untuk mengambil jalan tengah, mendidik manusia bersama AI.

Dalam konteks ini, AI seharusnya menjadi kolaborator, berfungsi sebagai alat bantu yang kuat untuk mengoptimalkan proses belajar, karena mereka menawarkan model pembelajaran baru, lebih kreatif, dan berbasis data.

Bagaimana Cara Mengubah Peran AI?

Seperti apa yang dipaparkan Prof. Murti, menelaah dari penggalan bagian ‘kecerdasan buatan seharusnya menjadi kolaborator’, nampaknya beliau ingin penggunaan AI tetap disertai kritisi dan supervisi dari manusia.

Jadi, tak hanya kalangan akademisi, cendikiawan, dan peneliti, diri kita sendiri pun harus menempatkan AI sebagai alat dan teman yang masih membutuhkan masukan, kritikan, dan tanggapan.

Dengan tetap melakukan kebiasaan seperti ini, harapannya manusia tidak kehilangan taring yang membedakan eksistensinya dengan makhluk hidup.

Pertanyaan-pertanyaan filosofis atau sekadar memperbaiki kesalahan yang dibuat oleh AI, setidaknya mampu mempertahankan ‘Critical Thinking’ dari manusia.

Batasan Penggunaan AI di Dunia Pendidikan

Melihat kembali keyakinan Prof. Murti akan pendidikan yang tidak boleh kehilangan jiwanya hanya karena mengandalkan kecanggih AI, ia menyarankan agar guru dan tenaga pendidik wajib menetapkan batasan penggunaan AI dalam menyelesaikan tugas.

Menurutnya, tugas akademik haruslah menuntut siswa untuk menghasilkan penalaran orisinal dan tulisan mandiri dari buah pikiran mereka sendiri, tanpa campur tangan AI.

Jadi, regulasi yang tepat untuk mengambil pola kebijakan ini adalah pendidikan perlu mengubah posisi siswa dari sekadar konsumen konten digital AI menjadi sahabat diskusi.

Konsep penerapannya, siswa tidak boleh menjadi audiens pasif yang hanya menerima output dari AI tanpa proses kritis. Di sisi lain, sekolah juga harus memprioritaskan kembali metode pembelajaran bersifat kolektif dan dialogis.

Kemudian, siswa diwajibkan mengikuti kegiatan non-akademis di sekolah agar terhindar dari masalah yang baru-baru ini ramai terjadi, yakni isolasi sosial.

Terakhir, evaluasi dan audit secara berkala wajib dilakukan untuk memastikan AI berfungsi sebagai alat bantu dalam berdiskusi dan bertukar pikiran dengan siswa.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)