OpenAI Siap Rilis Aplikasi Mirip TikTok, Kontennya Khusus Buatan AI Sora 2

OpenAI disebut akan meluncurkan aplikasi sosial mirip TikTok bersamaan dengan Sora 2. Uniknya, platform ini hanya akan berisi video buatan AI, tanpa opsi unggah dari kamera ponsel.

Diterbitkan 02 Oktober 2025, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - OpenAI kabarnya sedang menyiapkan sebuah aplikasi sosial baru yang akan berdiri sendiri dan digerakkan oleh model video AI generasi terbarunya, Sora 2.

Aplikasi media sosial ini disebut-sebut bakal punya tampilan dan pengalaman yang identik dengan TikTok, sehingga orang-orang bisa langsung merasa familiar ketika pertama kali mencobanya.

Seperti halnya TikTok, pengguna akan disuguhi deretan video pendek dalam format vertikal yang bisa digulir dengan mudah lewat gerakan swipe.

Tapi ada satu hal penting yang membuat platform ini berbeda dari yang lain. Semua video yang muncul di sana bukan hasil rekaman kamera, tapi semuanya dibuat oleh kecerdasan buatan (AI).

Mengutip Wired via Engadget, Kamis (2/10/2025), aplikasi ini bahkan tidak menyediakan pilihan bagi pengguna untuk mengunggah foto atau video langsung dari galeri ponsel mereka.

Artinya, tidak ada konten tradisional seperti yang biasa ditemui di media sosial lain. Semua hal yang ditampilkan adalah hasil dari teknologi video generatif AI Sora 2, yang kini jadi andalan baru OpenAI.

Batasan Durasi dan Aturan Hak Cipta

Di aplikasi sosial baru ini, OpenAI akan membatasi kemampuan Sora 2 dalam membuat video. Setiap klip hanya bisa berdurasi maksimal 10 detik atau lebih pendek, lebih singkat dibanding TikTok yang dari awal sudah memberi ruang sampai 15 detik. Bahkan, sekarang aplikasi asal China tersebut sudah bisa mengunggahh klip hingga 10 menit.

Selain soal durasi, ada juga aturan lain yang cukup ketat. Sora 2 akan dibekali sistem yang bisa menolak pembuatan video tertentu jika dianggap bermasalah dengan hak cipta. Hanya saja, belum ada penjelasan pasti seberapa kuat sistem perlindungan ini akan bekerja.

Mengutip The Wall Street Journal, OpenAI kemungkinan akan menerapkan mekanisme di mana pemegang hak cipta harus secara aktif memilih keluar (opt-out) jika tidak ingin karya mereka digunakan oleh Sora 2. Artinya, tanpa langkah itu, konten berhak cipta masih bisa saja dipakai untuk menghasilkan video baru.

Fitur Verifikasi Identitas dan Remix Video

Aplikasi baru ini juga akan dibekali dengan fitur verifikasi identitas. Jika seorang pengguna memilih untuk memverifikasi dirinya, Sora 2 bisa memanfaatkan kemiripan wajah mereka untuk membuat video. Dengan itu, wajah pengguna bisa muncul di konten yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI.

Lebih lanjut, fitur ini juga memungkinkan orang lain untuk menandai (tag) dan menggunakan kemiripan wajah tersebut ketika membuat video remix dari konten yang sudah ada. Jadi, wajah pengguna bisa muncul dalam berbagai variasi video yang dibuat ulang oleh komunitas.

Namun, OpenAI juga menyiapkan langkah pengaman. Setiap kali wajah pengguna dipakai oleh orang lain, mereka akan langsung mendapat notifikasi.

Pemberitahuan ini dikirimkan bahkan ketika video tersebut hanya dibuat dan tidak pernah diunggah ke feed, sehingga pengguna tetap tahu kapan dan bagaimana kemiripan wajahnya digunakan.

Strategi di Balik Peluncuran Aplikasi Sosial

OpenAI memutuskan untuk terjun masuk ke ranah media sosial bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor strategis yang mendorong keputusan ini.

Salah satunya adalah situasi TikTok di Amerika Serikat yang masih belum jelas nasibnya di bawah pemerintahan Presiden Trump.

Beberapa kali Trump memperpanjang tenggat waktu agar ByteDance, induk TikTok, menempatkan operasinya di bawah kendali perusahaan Amerika. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pemain baru untuk hadir dan menawarkan alternatif.

Dengan menambahkan komponen sosial pada Sora 2, OpenAI juga dapat membangun komunitas di sekitar platformnya.

Begitu pengguna merasa nyaman dan sudah terikat dengan ekosistem serta komunitas yang terbentuk, kemungkinan besar mereka akan lebih sulit berpindah ke layanan AI lain.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik