Sukses

Fakta Soal WhatsApp Down Hari Ini yang Terjadi di Seluruh Negara

Liputan6.com, Jakarta - WhatsApp sebagai salah satu aplikasi chatting dalam komunikasi dilaporkan tumbang sejak siang, Senin (25/10/2022). Sontak, peristiwa ini menjadi perhatian, karena WhatsApp termasuk sebagai salah satu aplikasi chatting populer.

Tidak hanya di Indonesia, tumbangnya layanan aplikasi milik Meta ini dengan cepat menjadi perbincangan warganet di seluruh dunia. Keyword seputar matinya layanan WhatsApp ini pun bermunculan di media sosial Twitter.

Awalnya, masalah WhatsApp down ini hanya dialami ketika pengguna mengirimkan pesan di grup. Namun tidak lama kemudian, akses untuk berkirim pesan secara pribadi juga tidak bisa dilakukan.

Masalah ini terjadi di seluruh akses aplikasi chatting milik Meta tersebut, baik di mobile dan situs web. Berdasarkan informasi dari Downdetector, laporan tentang tumbangnya layanan WhatsApp ini sudah muncul sekitar pukul 13.35 WIB.

Sama seperti di Twitter, keluhan soal layanan WhatsApp down di Downdetector berasal dari berbagai negara. Mulai dari Eropa, Kanada, Amerika Serikat, Afrika, India, termasuk Asia Tenggara.

Tumbangnya layanan ini pun segera direspons oleh Meta sebagai pemilik. Melalui juru bicara perusahaan, Meta menyebut pihaknya akan segera menyelesaikan masalah tersebut.

"Kami menyadari beberapa orang mengalami masalah saat mengirimkan pesan, dan kami tengah berupaya memulihkan WhatsApp untuk semua orang secepat mungkin," tutur juru bicara Meta seperti dikutip dari Tech Crunch.

Setelah sempat tumbang hampir dua jam, kini layanan WhatsApp pun sudah bisa kembali diakses. Saat dicoba untuk berkirim pesan, baik secara pribadi maupun dalam grup, pesan bisa dikirim maupun diterima.

Kendati demikian, tidak diungkap alasan di balik tumbangnya layanan WhatsApp kali ini. Namun, laporan WABetaInfo memperkirakan WhatsApp down kali ini terjadi karena ada permasalahan pada server.

Peristiwa WhatsApp Down kali ini menjadi yang pertama untuk 2022, sejak peristiwa serupa terjadi tahun lalu. Bahkan di tahun lalu, tidak hanya WhatsApp, layanan lain milik Meta, seperti Instagram, Messenger, Oculus, serta Facebook juga ikut tumbang.

Ketika itu, Meta beralasan, pemadaman besar-besar layanan disebabkan karena adanya perubahan konfigurasi pada router. Pemadaman itu sendiri berlangsung hingga hampir enam jam, sebelum akhirnya WhatsApp dkk kembali bisa diakses.

Kejadian semacam ini memang relatif jarang terjadi, tapi ketika terjadi ternyata membawa implikasi besar bagi komunikasi di seluruh dunia. Sebab, layanan WhatsApp error diperkirakan telah melayani lebih dari dua miliar pengguna aktif bulanan.

2 dari 3 halaman

Sindir Apple Lagi, Mark Zuckerberg Klaim WhatsApp Lebih Aman Daripada iMessage

Di sisi lain, CEO Meta Mark Zuckerberg dalam beberapa hari terakhir tampaknya sedang gemar melontarkan sindiran dan kritik terhadap Apple.

Setelah sempat menyindir ekosistem untuk realitas virtual (virtual reality/VR) Apple, kini giliran layanan iMessage yang jadi target sindiran Zuckerberg.

Melalui akun Instagram resminya, Zuck, pendiri Facebook ini mengatakan WhatsApp jauh lebih aman ketimbang iMessage milik Apple.

"WhatsApp jauh lebih privat dan aman ketimbang iMessage dengan enkripsi ujung ke ujung yang bekerja baik di iPhone dan Android, termasuk obrolan grup," kata Zuckerberg, dikutip Selasa (18/10/2022).

Menurut Zuckerberg, layanan messaging milik Meta itu dapat diatur agar semua obrolan baru menghilang dengan satu klik tombol.

"Dan tahun lalu kami juga memperkenalkan pencadangan terenkripsi ujung ke ujung. Semua yang iMessage masih belum punya," imbuhnya.

Dalam unggahannya, Zuckerberg juga menampilkan sebuah iklan yang dipasang di Pennysylvania Station, New York City, di mana iklan ini mengolok-olok istilah green bubble dan blue bubble, dan meminta orang beralih ke WhatsApp.

Mengutip The Verge, Zuckerberg bukan satu-satunya pihak yang meminta Apple mengadopsi RCS (Rich Communication Service), penerus SMS, di aplikasi pengirim pesannya.

Tak lama setelah unggahan Zuckerberg, Head of WhatsApp Will Cathcart juga menegaskan soal keamanan WhatsApp, melalui utas di akun Twitter resminya.

 

3 dari 3 halaman

Bos WhatsApp Sebut SMS Biasa Tidak Aman

Dalam cuitannya, Cathcart mengatakan perusahaan tengah memperluas kampanye pemasaran yang mereka mulai pada Januari 2022, untuk memberitahu masyarakat Amerika Serikat (AS), tentang pentingnya end-to-end encryption.

Menurutnya, 5,5 miliar pesan SMS masih dikirim setiap harinya di AS. Namun ia mengklaim, pesan dengan SMS tidaklah aman.

Kata Cathcart, beberapa orang masih memakai SMS karena itu sudah bawaan di ponsel, dan beberapa menggunakannya karena bagaimana cara iMessage bekerja.

"Jika Anda memiliki iPhone, Anda mungkin memperhatikan ketika teks Anda berubah warna secara tiba-tiba. Itu berarti pesan Anda dikirim melalui SMS," kata Will Cathcart.

"Privasi yang berkurang ini - terjadi tanpa peringatan atau persetujuan Anda. WhatsApp jauh lebih pribadi dan aman karena berbagai alasan," ujarnya.

Cathcart juga menyebut, tahun lalu mereka memperkenalkan enkripsi ujung ke ujung untuk pencadangan, sehingga pengguna dapat mengenkripsi pesan WhatsApp yang dicadangkan di iCloud, tanpa harus khawatir Apple memiliki akses ke pesan itu.

(Dam/Ysl)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.