Sukses

Quipper Gelar Tryout Online UTBK Nasional dengan Peserta 84.000 Siswa

Liputan6.com, Jakarta - Edtech startup Quipper baru saja menggelar Tryout Online UTBK Nasional yang dilakukan pada Oktober 2020 dan Maret 2021. Tryout online ini diikuti oleh 84.000 siswa dari seluruh Indonesia.

Dalam tryout online yang digelar Quipper secara gratis ini, penilaian yang dilakukan akan dihitung dengan sistem IRT (Item Response Theory) yang digunakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Jadi, penilaian akan disesuaikan dengan tingkat kesulitan soal. Karenanya, semakin banyak soal yang dapat diselesaikan siswa, nilai yang didapatkan akan semakin tinggi.

Dengan sistem penilaian ini, Quipper berharap dapat membantu siswa mendapatkan gambaran pada pelaksanaan UTBK-SBMPTN sebenarnya.

"Tryout UTBK yang diselenggarakan oleh Quipper kali ini telah berdasarkan analisis materi UTBK dari beberapa tahun sebelumnya yang dilakukan oleh para ahli di bidang pendidikan," tutur Content Manager Quipper Indonesia Hanani Faiza dalam keterangan resmi, Senin (5/4/2021).

Hanani juga menuturkan, materi tryout online UTBK Nasional yang diimplementasikan merupakan hasil analisis materi UTBK beberapa tahun sebelumnya. 

Menurut Hanani, jumlah peserta kali ini juga meningkat dibandingkan periode sebelumnya. 

"Jumlah siswa yang mengikuti Tryout Online UTBK Nasional kali ini meningkat hingga 40 persen," ujarnya melanjutkan.

Pada pelaksanaan kali ini, Quipper juga menyediakan fitur baru yakni 'Cek Peluang' untuk mengetahui peluang siswa lolos di jurusan dan PTN yang dituju.

Sebagai informasi, untuk tahun ini, Quipper juga meluncurkan 10 paket tryout yang bisa dipilih siswa dengan harga paket terjangkau dan jadwal yang semakin beragam.

2 dari 3 halaman

Quipper Rilis Konten Khusus untuk Bantu Siswa Hadapi UTBK dan SBMPTN 2021

Sebelumnya, edtech startup Quipper telah merilis konten Paket Intensif untuk membantu siswa menghadapi UTBK dan SBMPTN 2021.

Hanani Faiza, Content Manager Quipper Indonesia menyatakan lewat Paket Intensif ini siswa dapat mengakses tidak hanya materi persiapan dan pemantapan, tetapi juga pembahasan soal serta dan tryout.

"UTBK SBMPTN tahun ini akan kembali mengujikan TKA Saintek dan Soshum, tidak hanya TPS seperti tahun lalu. Tentunya hal ini membuat materi yang dipelajari siswa harus lebih banyak dan persiapan siswa harus lebih matang untuk menghadapi ujian," ujar Hanani dalam keterangan tertulis, Selasa (19/1/2021).

Oleh karena itu, kata Hanani, Quipper mempersiapkan Paket Intensif ini yang telah melalui serangkaian proses dan kurasi guna membantu siswa menghadapi UTBK dan SBMPTN 2021.

Paket Intensif kali ini, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, disebut memiliki lebih banyak jumlah konten dan materi.

Pada tahun ini Quipper akan menyediakan tryout tiga kali lebih sering dibandingkan tahun sebelumnya dengan menggunakan sistem penilaian IRT (Item Response Theory) yang dilengkapi dengan pembahasan soal secara komprehensif.

3 dari 3 halaman

Paket Masterclass

Selain itu, Quipper juga menawarkan Paket Masterclass yang memungkinkan siswa mendapatkan akses ke konten Paket Intensif dan tanya jawab langsung dengan Tutor dan Coach dari Quipper Video Masterclass.

Paket Masterclass ini telah dilengkapi dengan rencana belajar khusus yang dirancang untuk siswa mendalami topik-topik yang sering muncul dan harus dikuasai siswa dalam UTBK.

Ruth Ayu Hapsari, Business Development Manager Quipper Indonesia menambahkan, berharap siswa bisa mendapatkan dukungan penuh dan terarah dari Coach dan Tutor melalui Paket Masterclass.

"Masterclass hadir agar siswa bisa lebih terarah dalam proses persiapan UTBK yang sangat krusial bagi siswa Kelas 12, apalagi waktunya hanya sekitar 3 bulan lagi. Dengan adanya Tutor, Coach, dan study plan yang sudah dirancang khusus untuk UTBK harapannya siswa bisa mendapatkan persiapan yang lebih baik lagi, sehingga dapat merasa percaya diri ketika nanti mengerjakan soal ujian," kata Ayu,

Tidak hanya materi dan tryout, ada juga dua fitur Tes Minat Bakat dan Cek Peluang. Tes Minat Bakat merupakan alat bantu yang dapat dimanfaatkan siswa untuk memilih serta menentukan jurusan di perguruan tinggi tujuan. Sementara

Cek Peluang membantu siswa memperhitungkan peluang masuk ke jurusan di perguruan tinggi yang diinginkan berdasarkan hasil rasionalisasi dari simulasi lewat tryout.

(Dam/Isk)