Sukses

Bos WhatsApp Sebut Tak Ada Penurunan Jumlah Pengguna Setelah Update Kebijakan Privasi

Liputan6.com, Jakarta - Global Head of WhatsApp Will Cathcart menyebut, tidak ada penurunan jumlah pengguna WhatsApp.

Will Cathcart mengatakan, meskipun ada banyak isu terkait pembaruan kebijakan privasi WhatsApp, jumlah pengguna WhatsApp tidak berkurang.

"Kami berterima kasih para pengguna masih terus memakai dan mempercayai WhatsApp untuk berkomunikasi dengan keluarga, teman, dan kolega mereka," kata Will Cathcart, sebagaimana dikutip dari Live Mint, Selasa (19/1/2021).

Setidaknya hal itulah yang terjadi di India. Menurut Will Cathcart, para pengguna masih tetap setia dengan WhatsApp.

Will Cathcart mengakui, pihaknya tidak bisa menghindari adanya kompetisi dalam memperebutkan kepecayaan pengguna terkait privasi.

"Menurut kami, persaingan tentang privasi itu baik karena akan membantu membuat aplikasi lebih pribadi dan aman di masa mendatang," kata Will Cathcart.

Ia mengatakan, beberapa aplikasi mengklaim memiliki enkripsi end-to-end namun sebenarnya tidak memilikinya. Sementara, percakapan di WhatsApp termasuk Group tetap dilindungi oleh enkripsi end-to-end.

Bos WhatsApp ini juga memberikan penjelasan seputar perubahan kebijakan privasi WhatsApp dan artinya bagi pengguna.

2 dari 3 halaman

Apresiasi atas Feedback Pengguna tentang Kebijakan Privasi WhatsApp

Ia menyatakan, sangat mengapresiasi umpan balik dari pengguna dan senang karena pengguna antusias dengan privasi dan keamanan.

"Obrolan personal kamu dengan teman dan keluarga, termasuk grup, dilindungi oleh enkripsi end-to-end. Kami tidak bisa melihatnya. Kami melihat label keamanan di atas chat sehingga pengguna tahu, chat mereka aman," kata Will Cathcart.

Kendati demikian, dia menyadari ada kebingungan di kalangan pengguna selama beberapa minggu terakhir. Ia pun ingin membantu meluruskannya.

"Kami ingin menegaskan, kebijakan privasi ini tidak berpengaruh pada privasi pesan kamu dengan teman-teman atau keluarga, dalam apa pun. Update ini membawa perubahan terkait chat WhatsApp Business yang sifatnya opsional, menghadirkan transparansi atas bagaimana kami mengumpulkan dan menggunakan data," kata Will Cathcart.

Menurut Will Cathcart, penting bagi WhatsApp menghadirkan update kebijakan privasi yang berpengaruh bagi WhatsApp Business karena di masa pandemi orang banyak menjual produk secara online, via WhatsApp Business.

"Kami mengembangkan cara baru bagi orang untuk berbelanja di WhatsApp Business dan bisnis bisa mudah mengatur dan merespon pesan dari konsumen. Ini hadir untuk semua orang, tetapi terserah pengguna mereka mau menggunakannya atau tidak (chat dengan WhatsApp bisnis)," kata Will Cathcart.

3 dari 3 halaman

Pastikan Privasi Obrolan Pengguna

Bos WhatsApp juga melihat bahwa saat mengembangkan fitur, mereka berupaya untuk tetap menjaga privasi dan keamanan obrolan pengguna.

"Sangat penting bagi pengguna untuk memahami strategi bisnis dalam aplikasi yang dipakainya. Oleh karenanya kami mengumumkan rencana kami dalam beberapa tahun ke depan," kata Will Cathcart.

Will Cathcart juga mengomentari tentang banyaknya ahli keamanan yang menyebut update kebijakan privasi harusnya bersifat opsional, bukannya memaksa.

Menurutnya, meski fitur WhatsApp bisnis ini sifatnya opsional, penting bagi semua pengguna untuk mengetahuinya dan tetap yakin bahwa pihak WhatsApp melindungi segala informasi pengguna.

"Tidak semua orang berkomunikasi dengan bisnis saat ini, namun nanti arahnya akan ke sana. Kami percaya sangat penting bagi semua pengguna untuk tahu bahwa opsi ini ada. Terserah pengguna mereka mau berkomunikasi dengan bisnis atau tidak," katanya.

Ia menyebut, update kebijakan privasi malah akan memberikan transparansi ke pengguna.

"Kami melihat feedback dari pengguna dan kami selalu mencari cara untuk meningkatkan bagaimana kami mengkomunikasikan nilai inti tentang privasi dan keamanan ke pengguna. Kami ingin pengguna percaya obrolan personal dengan keluarga dan teman tetap aman," kata Will Cathcart.

(Tin/Ysl)