Sukses

Menjajal Zoom, Aplikasi Alternatif Google Hangouts dan Skype

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah telah mengeluarkan imbauan supaya sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan lainnya menghentikan kegiatannya untuk sementara. Sebagai gantinya, proses belajar mengajar di kelas dilakukan secara online.

Bagi perusahaan, pemerintah telah menganjurkan supaya perusahaan menerapkan metode work from home atau remote working. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah atau meminimalisasi penyebaran virus corona.

Salah satu aktivitas kantoran yang belakangan ini mungkin banyak dilakukan adalah pertemuan atau rapat (meeting, conference, dsb.) berbasis video. Melalui aplikasi atau layanan tertentu, sejumlah orang membahas suatu topik menatap layar smartphone atau laptop layaknya bertatap muka langsung.

Banyak orang mungkin sudah familiar dengan Google Hangouts dan Skype. Namun, ada beberapa aplikasi lainnya yang dapat mengakomodasi kebutuhan untuk rapat berbasis video. Salah satunya adalah Zoom.

Zoom menyediakan beberapa aplikasi dan layanan dan salah satunya adalah Zoom Meetings. Ada empat macam paket Zoom Meetings, yakni Basic, Pro, Business, dan Enterprise. Tekno Liputan6.com menjajal paket Basic yang mendukung hingga 100 pengguna.

Namun, paket Basic hanya memungkinkan pengguna untuk menggelar pertemuan berbasis video selama empat puluh menit. Untuk pertemuan yang melibatkan dua orang saja, Zoom memberikan durasi tak terbatas.

2 dari 3 halaman

Mulai pertemuan

Untuk memulai pertemuan, salah seorang peserta harus membuka sesi pertemuan, lalu membagikan tautan undangan atau ID kepada peserta lain. 

Peserta dapat memilih dua tampilan: semua peserta ditampilkan pada layar; atau peserta yang sedang berbicara ditampilkan dalam ukuran besar sementara peserta lainnya dalam ukuran lebih kecil.

Di samping kanan ada menu group-chat dan private-chat. Selain teks, kolom chat itu juga mendukung pengiriman file.

Berhubung Zoom merupakan aplikasi video-conferences/video-meetings, sudah sewajarnya jika aplikasi ini sangat bergantung pada koneksi internet cepat dan stabil. Beberapa kali sebagian di antara kami mendapati kesulitan ketika koneksi internetnya labil.

Menjajal Zoom, Aplikasi Alternatif Google Hangouts dan Skype. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Fitur lainnya termasuk latar belakang virtual, plugins untuk Chrome dan Outlook, screen-sharing, private-chat dan group-chat, papan tulis, serta fungsi moderasi.

Ketika fitur screen-sharing aktif, pengguna dapat memilih fitur papan tulis yang memungkinkan peserta untuk mengetik atau menggambar sesuat, yang secara otomatis ditampilkan ke peserta lain. Menariknya, sesi video meetings/conferences juga dapat direkam dalam format MP4 atau M4A.

Kemudian buat kalian yang mempertanyakan aspek keamanan penggunaan layanan ini, Zoom menerapkan enkripsi SSL dan enkripsi AES 256 Bit.

3 dari 3 halaman

Kapan perlu pakai Zoom?

Tentu saja, kalau dicermati, selama masa working from home ini tidak semua urusan kantor perlu dibahas melalui video-conferences atau video-meetings.

Terlebih, terutama di Indonesia, umumnya karyawan kantor bergabung di grup aplikasi perpesanan seperti WhatsApp, Telegram, dan lainnya.

Jika isu itu masih bisa dibahas dan diselesaikan melalui "rapat" berbasis percakapan teks, maka grup di aplikasi perpesanan itu sudah cukup untuk mengakomodasi kebutuhan "rapat".

Namun, jika memang suatu hal perlu dibahas secara tatap muka (virtual), Zoom dapat menjadi alternatif selain Google Hangouts dan Skype. Selamat mencoba.

(Why/Isk)