Sukses

Berdayakan Nelayan dan Penjahit, Dua Startup Ini Juara Umum di Program Cipta Nyata

Liputan6.com, Jakarta Setelah berhasil mengadakan dua fase untuk Program CiptaNyata dengan kategori fashion dan kuliner, kini Belva Devara selaku Staf Khusus Presiden RI telah menutup penyelenggaraan fase ketiga yang bertema teknologi untuk bulan Maret.

Belva, yang didampingi oleh Tim CiptaNyata juga telah melewati tahap penjurian untuk menemukan dua pemenang yang hendak memperoleh hadiah atas kemenangannya, yakni bantuan dana masing-masing sebesar Rp 20 juta dan program pengarahan atau mentorship secara langsung dari para praktisi di bidangnya.

Belva Devara mengumumkan dua UMKM yang terpilih sebagai pemenang CiptaNyata untuk fase teknologi, yaitu Yourfit Polarism oleh Cahyo Dwi Saputro dan FishGo oleh I Gede Merta Yoga Pratama. Pemilihan kedua UMKM ini dilandasi oleh konsep bisnis yang inovatif, menarik, dan juga prospektif. Selain itu, kedua wirausahawan juga berhasil membuat proposal Business Model Canvas (BMC) dan video pitching bisnis yang baik.

 

2 dari 5 halaman

Yourfit Polarism

Yourfit Polarism oleh Cahyo Dwi Saputro merupakan sebuah UMKM yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas industri fesyen di Tanah Air melalui pemanfaatan aplikasi berbasis teknologi. Berasal dari Semarang sebagai Kota Fesyen Indonesia, Cahyo Dwi Saputro berupaya untuk mengatasi kendala terkait standarisasi ukuran pakaian.

Oleh sebab itu, Yourfit Polarism hadir sebagai marketplace untuk menghubungkan pelanggan dengan penjahit tanpa harus bertatap muka. Dengan demikian, para pelanggan dapat menemukan alternatif jahit sesuai kebutuhannya dan para penjahit lokal pun dapat menyambung kehidupan yang lebih baik. Lihat profil Yourfit Polarism di sni.

 

 

3 dari 5 halaman

FishGo

FishGo oleh I Gede Merta Yoga Pratama berusaha untuk mengoptimalkan kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap pendapatan masyarakat kelompok nelayan di wilayah Kabupaten Badung, Bali. Dengan memanfaatkan teknologi berbasis navigasi, Yoga Pratama menciptakan sebuah aplikasi yang dapat mengidentifikasi area dan waktu potensial penangkapan ikan, sehingga meningkatkan jumlah tangkapan para nelayan tradisional.

Didukung oleh teknologi penginderaan jarak jauh dan model oseanografi, aplikasi ini pun dapat mengenali lebih lanjut potensi penangkapan ikan hingga ke tingkat spesies. Untuk informasi lebih lanjut mengenai FishGo, klik di sini.

“Kedua pemenang berhasil menarik perhatian saya dan tim. Selain karena ide bisnisnya yang cemerlang, kedua bisnis juga memiliki ruang untuk terobosan-terobosan menarik di masa mendatang. Adapun, fokus kedua bisnis juga tidak terlepas dari pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pemajuan produk dalam negeri.” ucap Belva Devara.

“Melalui bantuan dana dan program mentorship ini, saya berharap bahwa kedua wirausahawan dapat terus mengembangkan usaha bisnis hingga bisa menjadi start-up unggulan Indonesia di masa depan,” tambahnya.

Yoga Pratama, selaku perintis usaha FishGo pun menyatakan perasaannya setelah dinyatakan terpilih,

“Tentunya, kami merasa sangatlah bangga dan bersyukur. Mohon doanya, agar kami dan Yourfit Polarism dapat mengelola hadiah sebaik mungkin. Untuk teman-teman pebisnis lainnya, jangan patah semangat, dan bersama, ayo kita majukan bisnis teknologi di Indonesia!”

4 dari 5 halaman

Special Mentions

Selain kepada dua bisnis UMKM terpilih, Belva Devara juga menyadari besarnya potensi para pendaftar lainnya. Oleh sebab itu, terdapat tiga wirausahawan lain yang berhasil mendapatkan status “Special Mentions” dari Belva Devara.

Pertama, Kepul oleh Abdul Latif Wahid Nasution, yaitu aplikasi yang mewadahi aktivitas jual-beli sampah hasil daur ulang. Kedua, Desaloka Indonesia oleh Ali Subagyo, yaitu platform media promosi dan jual-beli komoditi unggulan desa-desa di Indonesia. Ketiga, SIAB Indonesia oleh Ratih Rachmatika, yaitu IoT Water Management System yang terdiri atas hardware dan aplikasi untuk melakukan monitoring, distribusi, dan filtrasi air secara otomatis.

 

5 dari 5 halaman

Social Entrepreneurship

Saat ini, CiptaNyata telah membuka pendaftaran untuk periode selanjutnya, yakni fase keempat dengan kategori baru, yaitu social entrepreneurship dengan batas akhir pendaftaran 22 Maret 2020. Program ini tak hanya cocok bagi masyarakat yang bercita-cita untuk memajukan bisnis UMKM-nya, tetapi juga bagi mereka yang tertarik dengan program pengarahan (mentorship).

Sesi mentorship ini sangatlah menarik, mengingat Belva Devara merupakan salah satu pendiri start-up di bidang pendidikan dan teknologi terbesar di Indonesia yang sukses mengembangkan Ruangguru dari nol sampai besar seperti saat ini. Bagi yang bercita-cita memiliki start-up, tunggu apa lagi?

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik situs www.ciptanyata.com