Sukses

Snapdragon 865 Hadirkan Kecepatan Unduh Hingga 7,5Gbps

Liputan6.com, Maui - Qualcomm memperkenalkan chipset mobile terbaru Snapdragon 865 untuk perangkat-perangkat high-end yang rilis di 2020, pada ajang Qualcomm Snapdragon Tech Summit 2019.

Snapdragon 865 pun telah didukung konektivitas 5G, sesuai dengan rencana roll out 5G di berbagai negara pada 2020.

Dalam pengumuman Snapdragon 865, Senior Vice President sekaligus General Manager Mobile Qualcomm Alex Katouzian mengungkap, chipset Snapdragon menggabungkan sistem modem RF 5G. Di mana, chipset ini diklaim mampu menghadirkan konektivitas dan kinerja yang diperlukan perangkat flagship generasi berikutnya.

“Snapdragon 865 mendukung konektivitas dan fitur 5G tercanggih di dunia, meningkatkan standar atas tuntutan terhadap sebuah perangkat seluler,” kata Katouzian di Maui, Hawaii, Amerika Serikat, Rabu (4/12/2019) pagi, waktu setempat.

Salah satu hal yang disoroti dalam chipset Snapdragon 865 adalah penggunaan modem X-55 5G yang bisa menyajikan kecepatan akses hingga 7,5Gpbs.

Senior Vice President Product Management Qualcomm Technologies Keith Kressin mengatakan, Qualcomm mengembangkan Snapdragon 865 selama tiga tahun, termasuk dalam mengembangkan modem X-55 5G.

Pasalnya, menurut Kressin, 5G merupakan teknologi yang sangat kompleks sehingga pengembangannya butuh waktu yang cukup lama.

"Modem X-55 5G ini mendukung penggunaan di seluruh dunia dan berbagai band, termasuk dukungan untuk penggunaan 5G di teknologi mmWave dan Sub-6, Time Division Duplex (TDD), dan Frequency Division Duplex (FDD), carrier aggregation, dan mendukung seluruh operator di dunia," tutur Kressin.

 

2 dari 2 halaman

Kemampuan Snapdragon 865

Penampakan chip Snapdragon 865. (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Selain itu, pendekatan RF Modern System-nya pun dibantu teknologi canggih seperti Qualcomm 5G PowerSave, Qualcomm Smart Transmit, Qualcomm Wideband Envelope Tracking, dan Qualcomm Signal Boost.

Dengan demikian, akan ada peningkatan jangkauan dan kecepatan data dengan dukungan penggunaan baterai yang hemat.

Modem di Snapdragon 865 juga kompatibel dengan mode non-standalone (NSA) dan stand-alone (SA) bersama dengan dynamic spectrum sharing (DSS).

DSS merupakan sebuah kemampuan yang memungkinkan 5G untuk beroperasi dalam spektrum 4G, untuk menjamin transisi yang lebih mulus, roaming 5G global, dan dukungan untuk multi-SIM. 

Kressin juga menjelaskan, Snapdragon 865 mendefinisikan ulang kinerja Wi-Fi 6 dan pengalaman audio Bluetooth melalui subsistem konektivitas Qualcomm FastConnect 6800.

Inovasi fitur Wi-Fi 6 tersebut akan membantu pengguna untuk memanfaatkan kecepatan mendekati 1,8 Gbps dan latensi yang rendah. Terutama di lingkungan yang ramai dengan banyak perangkat yang bersaing dalam satu jaringan. 

Pengenalan Qualcomm aptX Voice menjadikan Snapdragon 865 sebagai platform mobile pertama yang secara nirkabel mendukung suara Super Wide Band (SWB).

Di mana, melalui Bluetooth untuk level audio yang amat jernih. Dengan dukungan dari aptX Adaptive dan Qualcomm TrueWireless Stereo Plus, platform juga dapat mengurangi latensi, meningkatkan masa pakai baterai, dan meningkatkan ketahanan untuk headphone nirkabel serta earbud.

(Tin/Ysl)

Loading
Artikel Selanjutnya
Menkominfo Bahas Pengembangan 5G di Indonesia dengan Petinggi Qualcomm
Artikel Selanjutnya
Qualcomm Resmi Perkenalkan Snapdragon 720G, 662, dan 460