Sukses

Gamer Tak Bisa Mainkan Google Stadia Pakai Seluler, Harus Koneksi Wi-Fi

Liputan6.com, Jakarta - Stadia, layanan streaming gim milik Google berbasis cloud tersebut bakal segera meluncur di beberapa negara pada November 2019.

Jelang peluncuran, sejumlah informasi baru tentang Google Stadia pun mulai terungkap.

Salah satu info tersebut, yakni gamer harus menggunakan kabel tambahan bila ingin main gim Stadia di smartphone.

Kabar baru tentang Google Stadia pun kembali muncul di internet. Kali ini, Rick Osterloh, wakil presiden senior perangkat dan layanan Google yang angkat bicara.

Dikutip dari laman Gizchina, Senin (21/10/2019), Stadia tidak akan berfungsi dengan koneksi seluler, harus terkoneksi Wi-Fi atau ethernet.

Ini berarti kamu tidak bisa bermain gim Stadia di mana pun, tetapi akan dibatasi oleh koneksi internet.

Beberapa menyakini, Google ingin pihak yang membeli Stadia dapat memainkan gim di lingkungan yang paling optimal, dan menghindari opini/review negatif dari pengguna pertama.

*** Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Kecepatan Internet untuk Main Google Stadia

Kontroler Google Stadia. (Doc: Android Authority)

Bertempat di Game Developer Conference (GDC) 2019, Google mengungkap informasi tentang seberapa cepat koneksi internet yang dibutuhkan agar dapat bisa bermain gim di Stadia.

"Kecepatan internet yang dibutuhkan untuk memainkan gim di Google Stadia pada resolusi 1080p/60fps adalah 25 megabit per second," ucap Google VP, Phil Harrison, sebagaimana dikutip dari Gamerant, Jumat (22/3/2019).

"Gamer dapat bermain gim di Stadia dengan kecepatan internet yang lebih kecil dari itu, namun 25 megabit memang rekomendasi kita."

3 dari 3 halaman

Beda dari Konsol Gim Konvensional

Google Stadia resmi meluncur di pasaran pada November 2019. (Doc: The Verge)

Lebih lanjut, syarat kecepatan internet untuk bisa bermain Google Stadia dapat menjadi layanan streaming gim berbasis cloud itu lebih unggul ketimbang konsol gim generasi berikutnya.

Akan tetapi, Sony dan Microsoft sendiri dikabarkan bakal menawarkan layanan streaming gim yang lebih baik--dari sekarang--ke konsol PS5 dan Xbox terbaru.

Karena masih menggunakan perangkat konsol, baik gamer setia Sony atau Microsoft pun dapat bermain gim yang dibeli secara offline.

Dengan kemampuan ini, tentunya gamer yang tidak memiliki koneksi internet stabil bakal lebih memilih konsol konvensional ketimbang Stadia yang butuh kecepatan yang stabil.

(Ysl/Why)

Loading
Artikel Selanjutnya
Sundar Pichai Jadi CEO Perusahaan Induk Google
Artikel Selanjutnya
Google Doodle Rayakan Taman Nasional Lorentz di Papua