Sukses

Pengapalan Smartphone Samsung dan Apple Merosot Tahun Lalu

Liputan6.com, Jakarta - Samsung dan Apple mengalami kondisi yang tidak cukup baik di pasar smartphone pada tahun lalu.

Berdasarkan data International Data Corporation (IDC), pangsa pasar keduanya mengalami penurunan di tengah lemahnya kondisi industri smartphone.

Dilansir Phone Arena, Jumat (1/2/2019), mengutip data IDC, Samsung masih memimpin pasar smartphone global pada tahun lalu dengan pangapalan 292,3 juta unit dan 20,8 persen pangsa pasar.

Namun, jumlahnya turun 8 persen dibandingkan 317,7 juta smartphone yang dikapalkan pada 2017. Pangsa pasarnya pun turun 0,9 persen.

Apple berada di peringkat kedua dengan pengapalan 208,8 juta unit smartphone pada tahun lalu, turun tiga persen dari 215,8 juta unit pada 2017. Namun, pangsa psarnya naik 0,2 persen menjadi 14, 9 persen.

Secara keseluruhan, pengapalan smartphone pada tahun lalu mencapai 1,4 miliar unit. Menurut data IDC, jumlahnya turun 4,1 persen, dan dinilai sebagai tahun terburuk bagi pasar smartphone.

Adapun posisi lima besar lain ditempati oleh tiga vendor asal Tiongkok, yakni Huawei, Xiaomi, dan Oppo.

2 dari 2 halaman

Huawei dan Xiaomi Melejit

Berbeda dengan Samsung dan Apple, para vendor asal Tiongkok menikmati pertumbuhan yang cukup baik pada tahun lalu.

Huawei merupakan vendor dengan pertumbuhan pengapalan smartphone terbesar.

Huawei untuk pertama kalinya berhasil mengapalkan smartphone lebih dari 200 juta unit.

Jumlah pengapalan smartphone Huawei pada tahun lalu sebanyak 206 juta unit, naik hampir 52 juta unit dibandingkan 2017. Pangsa pasarnya pada 2018 sebesar 14,7 persen.

Xiaomi pun mengalami pertumbuhan yang baik. Pengapalan smartphone Xiaomi naik 32,2 persen menjadi 122,6 juta unit pada 2018 dengan 8,7 persen pangsa pasar.

Oppo yang menutup posisi lima besar, mengapalkan 113,1 juta unit smartphone pada 2018, naik 1,3 persen dari 2017. Pangsa pasarnya 8,1 persen.

(Din/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lihat, Aksi Maling Terekam CCTV

Tutup Video
Loading
Artikel Selanjutnya
Google Tembus Sistem Keamanan Apple untuk Mata-matai Pengguna
Artikel Selanjutnya
Produksi iPhone di AS Masih Mustahil Dilakukan, Ini Alasannya