Sukses

Pimpin Perusahaan 11 Tahun, Jerry Shen Mundur dari CEO Asus

Liputan6.com, Jakarta - Asus baru saja mengumumkan mundurnya sang CEO Jerry Shen dari perusahaan. Keputusan Shen untuk mundur dari tampuk kepimpinan Asus disebut menjadi bagian transformasi menyeluruh perusahaan.

Sekadar informasi, kepemimpinan Shen di Asus memang terbilang sangat lama. Dia sudah menjadi pimpinan tertinggi di perusahaan asal Taiwan itu sejak 11 tahun lalu.

Dikutip dari Engadget, Jumat (14/12/2018), posisi Chen nantinya akan diambil alih dua orang sekaligus, yaitu PC Business Lead Asus S.Y. Hsu dan Global Customer Service Asus Samson Hu. Perubahan ini akan resmi dilakukan pada 1 Januari 2019.

Bersamaan dengan mundurnya Shen, Asus juga mengumumkan perubahan strategi perusahaan, terutama di lini mobile. Kini, perusahaan lebih fokus pada perangkat yang menyasar gamer dan power users.

Dalam pernyataannya, usai mundur dari Asus, Shen akan menjalankan startup baru bernama iFast. Di perusahaan yang bergerak di bidang Artificial Intelligence and Internet of Things (AIoT) untuk kebutuhan B2B itu, dia akan berperan sebagai chairman dan CEO.

Kendati demikian, Shen tidak serta merta memutus hubungan dengan Asus, terlebih perusahaan itu memiliki 30 persen saham di iFast. Shen sendiri juga mengaku akan membantu Asus untuk mulai beralih ke industri AIoT.

2 dari 3 halaman

Perubahan Strategi Asus

Sekadar informasi, Asus memang telah mengumumkan perubahan strategi perusahaan. Kali ini, perusahaan memilih untuk merilis smartphone yang menyasar gamer atau super user

Karenanya, perubahan perlu dilakukan untuk membantu tim mobile baru agar dapat melakukan penilaian secara baik dari strategi baru yang akan diterapkan.

Dengan strategi baru ini, Asus disebut-sebut akan merilis lebih banyak terobosan di bidang smartphone. Oleh sebab itu, bukan tidak mungkin model ROG Phone dan PadFone akan lebih banyak diperkenalkan ke depannya.

3 dari 3 halaman

Hadir di Indonesia, Berapa Harga ROG Phone?

Asus akhirnya memboyong ROG Phone di Indonesia setelah mengumumkannya pada Juni 2018. Penggunaan nama ROG berasal dari "Republic of Gamers", merek yang digunakan Asus sejak 2006 untuk PC gaming besutannya.

Asus SEA Regional Director, Jimmy Lin, mengklaim pihaknya sangat optimis dengan kualitas ROG Phone. Terlebih lagi, perusahaan asal Taiwan itu sudah cukup lama berkecimpung di industri gim dari lini bisnis ROG.

"Kami mengerti apa yang dibutuhkan pada gamer karena kami juga merupakan gamer. Kami memberikan semua yang terbaik untuk gaming ASUS," ungkap Lin dalam acara pengumuman ROG Phone.

Sesuai namanya, ROG Phone ditargetkan untuk para gamerSmartphone ini dilengkapi layar berukuran 6 inci (1.080 x 2.160 piksel) dengan rasio 18:9, chipset Snapdragon 845, GPU Adreno, RAM 8GB, serta dua opsi memori internal 128 dan 512GB.

Spesifikasi lain ROG Phone termasuk dual kamera belakang 12MP dan 8MP, kamera depan 8MP, dan baterai 4.000mAh.

Harga jual ROG Phone dibedakan dari kapasitas memori internal. ROG Phone dengan memori internal 128GB dibanderol Rp 13 juta, sedangan 512GB seharga Rp 14,5 juta.

Harga tersebut sudah termasuk tambahan tiga aksesoris yakni hard case, AeroActive cooler, dan Gamevice controller. Selain itu, juga ada aksesoris lain yang dijual terpisah, seperti Mobile Desktop Dock dan TwinView Dock.

(Dam/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

MUI Menyambut Baik Jika Abubakar Baasyir Dibebaskan

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Asus Pastikan Zenfone Max Pro M2 Tak Akan Jadi Ponsel Gaib
Artikel Selanjutnya
ROG Phone Jadi Peluang Asus Perkuat Eksistensi di Segmen Premium