Sukses

Paul Allen, Otak Jenius di Balik Kejayaan Microsoft

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Microsoft yang juga merupakan rekanan Bill Gates, Paul Allen, meninggal dunia di usia 65 tahun akibat komplikasi limfoma non-Hodgkin (semacam kanker getah bening) di Seattle, Amerika Serikat (AS) pada Senin Sore.

Informasi tersebut disampaikan Vulcan Inc atas nama keluarga Allen.

Paul Allen nyatanya memang tidak setenar Bill Gates. Namun, kiprahnya di dunia bisnis tentu tak bisa dilupakan begitu saja.

Miliarder tersebut tak cuma berkutat di industri teknologi, tetapi juga merambah ke industri penerbangan, musik, dan juga olahraga. Paul Allen juga aktif dalam kegiatan sosial.

Dilansir BBC, Selasa (16/10/2018), Gates dan Allen sendiri mengawali kariernya bersama saat musim dingin pada 1974 silam.

Waktu itu, Allen yang berusia 21 tahun baru saja membeli majalah teknologi Popular Electronics.

Ia sangat tertarik dengan majalah tersebut, bahkan Allen sampai "membujuk" Gates untuk melakukan apa yang diulas di dalam majalah.

Waktu itu, majalah mengulas Altair 8800, PC pertama di dunia. Belum ada software apa pun yang berjalan dengan Altair.

Allen tahu kalau dirinya dan Gates punya passion dalam hal pemrograman. Meski belum pernah menyentuh Altair secara langsung, mereka pun menulis bahasa pemrograman untuk Altair. Kerja sama jenius ini pun menghasilkan BASIC.

Pada 1975, Allen dan Gates mendapat kontrak untuk memasok BASIC sebagai software bagi Altair. Dari situ, lahirlah Microsoft. Sejarah kelahiran Microsoft pun tertuang dalam buku berjudul Idea Man yang diungkap secara lengkap oleh Allen.

2 dari 3 halaman

The Idea Man

Peran Allen bagi Microsoft sendiri terbilang sangat vital. Tak berlebihan bila banyak orang yang menjulukinya sebagai "otak cerdas" atau idea man di balik berdirinya Microsoft.

Berbekal ilmu pengetahuan yang mendalam soal infrastruktur pengembangan software, Allen juga berkontribusi dengan menciptakan sejumlah perlengkapan untuk menopang bisnis Microsoft.

Pada 1977, saat Apple merilis komputer Apple II dengan prosesor yang tak kompatibel dengan software Microsoft, Allen pun punya ide untuk mengembangkan sebuah kartu plug-in.

Bersama Gates dan tim Paterson dari Seattle Computer Products, Allen pun menciptakan kartu Microsoft Softcard atau Z-80 SoftCard.

Dengan kartu plug-in ini, software yang ditulis perangkat non-Apple bisa dijalankan via Apple II.

3 dari 3 halaman

Kerja Sama dengan IBM

Allen juga berjasa dalam menciptakan kerja sama antara Microsoft dengan IBM. Saat IBM masih mencari sistem operasi untuk komputernya, Microsoft belum punya sistem operasi apapun. Waktu itu, Gates dan Allen baru saja menciptakan coding dan mengembangkan bahasa pemrograman.

Di Seattle, ada perusahaan software kecil yang telah mengembangkan sistem operasi dasar, yakni QDOS, yang mana merupakan singkatan dari Quick and Dirty Operating System.

Kebetulan, Allen memiliki kontak perusahaan tersebut dan langsung melakukan negosiasi untuk membeli hak cipta QDOS.

Barulah Microsoft mengembangkan QDOS menjadi MS-DOS (Microsoft Disk Operating System), yang ditawarkan kepada IBM.

Sontak, komputer IBM menjadi standar di semua industri komputer, dengan sistem operasi bawaan MS-DOS.

Namun sayang, kiprah Allen bersama Gates di Microsoft cuma berlangsung delapan tahun.

Pada 1982, Allen mengundurkan diri dari Microsoft dengan sejumlah alasan. Pertama, ia mengidap limfoma non-Hodgkin. Kedua, dia dan Gates ternyata tidak cocok dan memiliki perbedaan pemikiran.

Setelah mengundurkan diri dari Microsoft, Allen membangun perusahaan investasi Vulcan Inc, lalu membeli tim basket Portland Trail Blazers dan tim footbal Seattle Seahawks.

Allen bahkan sempat berinvestasi di American Online (AOL) dan studio film DreamWorks. Dirinya juga mendirikan Allen Institute for Brain Science, dan perusahaan penerbangan bernama Stratolaunch Systems.

Sekadar informasi, nama Allen masuk dalam daftar orang terkaya di dunia.

Pada Senin sore, ia menduduki peringkat ke-44 dalam daftar miliarder Forbes pada 2018 dengan kekayaan bersih diperkirakan lebih dari US$ 20 miliar. Dia juga pemilik NBA Portland Trail Blazers, NFL Seattle Seahawks dan memiliki saham di tim sepak bola Seattle Sounders.

(Jek/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: