Liputan6.com, Jakarta - Semakin maju perkembangan teknologi, semakin pintar pula hacker melakukan serangan kejahatan siber. Hal ini terbukti dengan evolusi ransomware yang makin jahat tiap tahunnya.
Hasil penelitian yang dilakukan Symantec pada Januari 2015 hingga April 2016 menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir ransomware telah berevolusi dalam berbagai bentuk.
Director Asia Consumer Business Norton by Symantec Choon Hong Chee memaparkan, antara 2005-2009, ransomware ditemukan dalam bentuk misleading app alias aplikasi palsu. Kala itu, data-data yang telah terinfeksi ransomware masih bisa diperbaiki.
"Selanjutnya di tahun 2010-2011, ransomware ditemukan dalam bentuk antivirus palsu (fake AV)," kata Chee dalam media briefing Norton tentang Ransomware di Jakarta, Kamis (21/7/2016).
Data Norton menyebutkan, ketika berevolusi dan ditemukan dalam bentuk antivirus palsu, ransomware masih bisa dibersihkan.
Pada 2012-2013, ransomware kemudian berubah menjadi locker ransomware. Ketika menginveksi perangkat lunak dan mengunci data-data penting milik pengguna, locker ransomware meminta kepada korbannya untuk membayar sejumlah tebusan.  Kemudian, pada 2014-2015 ransomware berubah bentuk menjadi crypto ransomware. Pada periode tersebut, serangannya naik 35 persen.
Berdasarkan data pada 2014, Norton menemukan serangan crypto ransomware sebanyak 269.000. Sementara, di 2015 temuan crypto ransomware meningkat hingga 362.000, dengan rata-rata jumlah temuan per hari mencapai 992 serangan.
Tak hanya itu saja, ketika terserang crypto ransomware, data-data pribadi pun terkunci dan hanya bisa dibuka oleh hacker atau penyerangnya dengan sejumlah tebusan. Norton mencatat, nilai rata-rata tebusan pun terus meningkat seiring waktu.
Pada 2015 misalnya, rata-rata tebusan yang dituntut oleh hacker ransomware mencapai US$ 294 atau sekitar Rp 3,8 jutaan. Namun kini, penyerang meminta US$ 679 atau Rp 8,9 juta jika korban ingin datanya kembali.
Perlu diketahui, demi mendapatkan sejumlah tebusan, hacker tak tanggung-tanggung menyusupkan ransomware ke pelaku bisnis. Bahkan Chee mengungkap bahwa kini 57 persen korban ransomware adalah konsumen. Sedangkan sisanya 43 persen adalah organisasi.
Sedangkan bisnis yang paling banyak disusupi ransomware adalah sektor jasa sebesar 38 persen, manufaktur 17 persen, sektor keuangan, properti, dan administrasi publik sebesar 10 persen.
Yang paling parah, kini bahkan ransomware telah menginveksi ribuan komputer di perusahaan dan menyebabkan gangguan operasional besar. Karenanya, kerugian materi dan reputasi pun tak bisa dielakkan.
Sebagai pengguna internet, kita pun perlu waspada. Sebab menurut Chee, ransomware bakal bisa menyerang berbagai perangkat. "Komputer atau laptop pribadi, smartphone, hingga perangkat wearable yang terhubung dengan internet pun bisa jadi korban. Karenanya, kami sedang mempersiapkan peranti lunak untuk keamanan perangkat wearable," tuturnya.
(Tin/Cas)Â
Tiap Tahun, Serangan Ransomware Berevolusi Makin Jahat
Riset Symantec pada Januari 2015 hingga April 2016 menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir ransomware telah berevolusi ke berbagai bentuk.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1294559/original/016607300_1469096999-P_20160721_132121.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- BRI Raih Katadata ESG Insight Award 2026, Pemberdayaan UMKM Jadi Penguat Kinerja Sosial9 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
- Sampah Sisa Makanan Hasilkan Emisi, KLH Ungkap Cara Mengolahnya19 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
- Industri Pertambangan Diminta Perkuat Dekarbonisasi1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
- PepsiCo Indonesia dan Bali Waste Cycle Ubah Limbah Plastik Jadi Papan Penunjuk Arah2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
- Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
- 1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
- Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
- Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
- Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
- Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
- Jangan Diburu! Penyu Jadi Spesies Kunci dalam Keseimbangan Ekosistem Laut1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
- Saat Rak Supermarket Jadi Kunci Dorong Pola Makan Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357195/original/038011000_1790236151-HOAX__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5372348/original/034637900_1759740027-meteor_jatuh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261105/original/086134600_1781680485-BSU_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1762259/original/059215600_1510028487-20171107-Siraman-Kahiyang-Selesai_-Jokowi-Salami-Tamu-yang-Pulang-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027996/original/052986200_1732861136-fotor-ai-20241129131637.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4879641/original/017641000_1719801449-663047c8-6393-4c7f-ac36-d04447ff731e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1593567/original/080009600_1494819917-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555821/original/057753500_1776220146-Clara_Hsu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555463/original/084296400_1776157905-Clara_Hsu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555417/original/086375400_1776156201-Clara.jpg)