Eksklusif: Bertandang ke Markas Besar Canon

Tim Tekno Liputan6.com secara eksklusif diundang oleh Canon Inc untuk bertandang ke markas besarnya di Shimomaruka, Tokyo, Jepang.

Diterbitkan 10 Februari 2015, 08:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tokyo - Tim Tekno Liputan6.com secara eksklusif diundang oleh Canon Inc untuk bertandang ke markas besarnya di Shimomaruka, Tokyo, Jepang.

Di tengah cuaca yang begitu dingin, sekitar 5 derajat Celcius, kami diajak untuk tour mengelilingi Canon Gallery. Di tempat yang berlokasi di komplek heaquarter Canon Inc ini, Hisako Kobayashi selaku staf Canon Gallery menjelaskan secara singkat sejarah kamera Canon.

Ia memaparkan, sejarah Canon berawal dari prototipe kamera Kwanon yang diciptakan oleh sang pendiri Goro Yoshida pada tahun 1934. 




Nama Kwanon sendiri berasal dari Dewi Welas Asih Buddha. Sementara lensa yang melekat pada kamera itu disebut Kasyapa - diambil dari nama Mahakasyapa - seorang murid Buddha.

"Agar lebih mudah diucapkan, nama Kwanon kemudian diganti menjadi Canon pada tahun 1935," ujar Hisako.

Kemudian pada tahun 1935, Canon meluncurkan model kamera film 35mm pertama yang disebut Hansa, dilengkapi dengan rana focal-plane.

"Setelah itu, Canon mengembangkan teknologi kamera film 35mm pertama dengan indirect x-ray. Lalu pada tahun 1949 merilis kamera film 35mm yang dilengkapi three-mode optical viewfinder," terang Hisako.

Selain menjelaskan sejarah kamera Canon, Hisako juga memaparkan sejarah alat cetak yang dibuat perusahaan digital imaging terbesar di Negeri Sakura itu.


"Selain merancang kamera, Canon juga mengembangkan mesin fotocopy. Perangkat mesin fotocopy pertama yang didesain Canon adalah seri NP-1100," pungkas Hisako.

(isk/dhi)

Â