Sukses

Tips Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol dari Pakar RSU Unmuh Jember

Daging merah memiliki vitamin B12 dan protein lebih tinggi yang lebih mudah dicerna dari daging putih. Konsumsi daging merah yang dianjurkan perharinya yakni 170 gram.

Liputan6.com, Jember - Anda punya penyakit kolesterol namun tetap ingin mengonsumsi daging saat Idul Adha? Simak tips dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah (RSU Unmuh) Jember dr Norma Rahayu Najikhah ini.

dr Norma Rahayu Najikhah membagikan tips untuk mengolah daging agar minim kolesterol agar masyarakat jauh dari penyakit.

"Dalam menangani kolesterol, pengolahan daging adalah hal penting sehingga masyarakat perlu mendapatkan pengetahuan terkait pengolahan daging kurban yang akan dikonsumsi," katanya di Jember, Sabtu (15/6/2024).

Menurutnya, kandungan kolesterol tubuh berlebih dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis, namun ternyata kolesterol adalah sesuatu yang penting dan dibutuhkan tubuh karena berfungsi sebagai bahan baku pembentukan hormon dan konstruksi dan perbaikan sel.

"Kemudian zat itu juga berfungsi untuk memproduksi asam empedu yang tugasnya mencerna lemak-lemak. Kolesterol juga berfungsi membentuk vitamin D dan mempertahankan struktur sel-sel dalam tubuh," tuturnya.

Ia menjelaskan fakta bahwa daging merah kambing, sapi, dan domba memiliki kandungan zat besi yang banyak dibanding daging putih yang dimiliki ayam yang mana zat besi diperlukan untuk pembentukan sel darah merah.

"Selain itu, daging merah memiliki vitamin B12 dan protein lebih tinggi yang lebih mudah dicerna dari daging putih. Konsumsi daging merah yang dianjurkan perharinya yakni 170 gram," katanya.

Ia mengatakan, pengolahan daging merah yang baik yakni memilih hanya menggunakan dagingnya tanpa mengikutkan lemaknya. Selain memilih, cara memasak daging merah harus menggunakan santan rendah lemak atau kemiri sebagai alternatif.

"Minuman pendamping yang dapat disandingkan dengan daging adalah minuman tinggi antioksidan, vitamin C dan E yang dapat membantu mencegah penyerapan kolesterol dalam tubuh dan meningkatkan ekskresi low-density lipoproteins -LDL- dalam darah," ujarnya.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Resistensi Insulin

Selain pengolahan, lanjut dia, kebiasaan pola hidup yang baik harus diterapkan dan penambahan aktivitas fisik, serta pengurangan berat badan menjadi solusi kesehatan terbaik.

Jika sudah terkena obesitas, hindari rokok karena dapat menurunkan lemak baik dalam tubuh, juga menghindari stres dan konsumsi alkohol berlebihan karena dapat mengganggu metabolisme kolesterol dan meningkatkan lemak jahat.

"Konsumsi kadar gula juga menjadi penyebab kesehatan buruk karena dapat menyebabkan obesitas yang memicu resistensi insulin dengan akibat dapat menyebabkan diabetes melitus," katanya.

 

3 dari 3 halaman

Metode Dietary Approaches to Stop Hypertension

dr Norma menjelaskan, diabetes dapat memicu inflamasi dan peradangan kronis yang merusak sisi dalam pembuluh darah yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis yang merupakan permasalahan utama dari penyakit jantung.

"Untuk mencegah segala penyakit oleh kelebihan kadar kolesterol dan diabetes, kami menyarankan metode Dietary Approaches to Stop Hypertension -DASH- yang fokus pada memperbanyak buah-buahan dan sayur-sayuran minimal lima porsi dalam satu hari," ujarnya.

Selain itu, konsumsi gandum utuh seperti beras coklat maupun roti gandum juga sangat dianjurkan, kemudian membatasi makanan dengan kandungan lemak jenuh, lemak trans, garam dan gula tinggi merupakan tahapan penting dari metode tersebut.

"Bijaklah dalam memilih dan mengolah makanan, menjaga diet dan melakukan aktivitas harusnya dilakukan setiap hari, tidak hanya saat Idul Adha," katanya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.