Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli mengundurkan diri.

Diterbitkan 25 Juni 2026, 17:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Buruh Ferri Nuzarli resmi mengundurkan diri. Ferri tidak mundur seorang diri.

Ferri mundur bersama sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) di seluruh Indonesia, yang merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN, salah satu inisiator pendiri Partai Buruh.

Pengunduran diri tersebut diumumkan Ferri dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Ferri menjelaskan, ORI merupakan sayap politik KSPSI Andi Gani yang didirikan pada 2013 dan menjadi salah satu dari 11 organisasi inisiator pendirian Partai Buruh pada Kongres pertama Oktober 2021.

"Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, ORI yang beranggotakan sekitar 1,3 juta orang memutuskan mulai Jumat (26/6/2026), mengundurkan diri," ujar Ferri, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah melalui evaluasi panjang. Ferri menilai, terdapat perbedaan pandangan, sikap, dan arah perjuangan yang semakin mendasar dengan kebijakan Partai Buruh saat ini.

"Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar," ucap Ferri.

 

Tetap Jaga Hubungan

Meski demikian, Ferri menegaskan, pengunduran diri dilakukan secara baik-baik dan tetap menjaga hubungan persaudaraan dengan Partai Buruh.

Dia juga menginstruksikan seluruh pengurus ORI yang menduduki jabatan struktural di Partai Buruh, mulai dari tingkat pusat, 38 provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan, segera menyampaikan surat pengunduran diri secara administratif.

"Hari ini kami instruksikan seluruh jajaran ORI dan KSPSI Andi Gani yang menjadi pengurus Partai Buruh untuk segera membuat surat pengunduran diri sebagai syarat administrasi," ucap Ferri.

Dia menyebut pengurus yang mengikuti langkah tersebut tersebar di berbagai daerah, di antaranya Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, dan Sumatera Barat.

Lalu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara hingga Papua.

Saat ditanya alasan utama mundur, Ferri mengibaratkan hubungan ORI dengan Partai Buruh seperti rumah tangga yang menghadapi persoalan berkepanjangan.

"Masalah internal sebenarnya sudah lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan. Tetapi persoalannya terus bertambah hingga akhirnya, berdasarkan evaluasi dan masukan dari seluruh daerah, kami memutuskan cukup sampai di sini," ucap dia.

Ketika ditanya dampak pengunduran diri terhadap kekuatan Partai Buruh, Ferri memastikan ORI bersama KSPSI merupakan organisasi inisiator terbesar.

"Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya," jelas Ferri.

Ferri juga mengungkapkan Presiden Partai Buruh Said Iqbal telah mengetahui rencana pengunduran diri tersebut sejak Kamis malam 25 Juni 2026.