Sukses

Eri Cahyadi Klaim Kasus Anak di Surabaya Masih Kategori Wajar, Terlihat Tinggi Karena Ekspose Media

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengklaim jumlah kasus yang libatkan anak, masih dalam kategori wajar sehingga tidak bisa digeneralisir dengan jumlah anak di kota Surabaya.

Liputan6.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengklaim jumlah kasus yang libatkan anak, masih dalam kategori wajar sehingga tidak bisa digeneralisir dengan jumlah anak di kota Surabaya.

"Dalam data Unit Perlindungan Anak masih dalam kategori wajar dan itu jumlahnya sedikit. Jadi tidak bisa ketika ada kejadian satu, dua, terus gebyah uyah (digeneralisir) dengan jumlah anak di Surabaya," kata Eri Cahyadi, Jumat (19/5/2023).

Menurut dia, selama ini ketika ada satu atau dua kasus yang melibatkan anak di Surabaya selalu diekspos ke media massa sehingga hal itu membuat kasus anak di Surabaya terlihat tinggi.

"Karena itu satu, dua kasus, tapi memang kejadiannya diekspos. Tapi, harus dilihat berapa jumlah anak di Surabaya, berapa yang mengalami hal itu. Sehingga unit pelayanan anak Jawa Timur menyebutnya masih jauh di bawah," ujarnya.

Di sisi lain, kata dia, ekspose juga dilakukan sebagai bentuk peringatan kepada orang tua agar berperan aktif menjaga putra-putri mereka.

"Karena ketika punya putra-putri, tidak bisa hanya diserahkan seorang guru, Polrestabes atau pemkot dalam menjaga. Tapi bagaimana orang tua juga mempunyai kasih sayang dalam mencari anaknya, agar tidak bermain terlalu jauh," kata Cak Eri, panggilan akrabnya.

Untuk itu, kata dia, Pemkot Surabaya berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Anak yang ada Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya untuk mencegah kasus itu terjadi.

Upaya itu dilakukan melalui sosialisasi dan kegiatan di lingkungan sekolah hingga ke Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Balai RW.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Cegah Kekerasan Anak

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce menyampaikan, perlu ada kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam upaya mencegah kasus kekerasan terhadap anak.

"Bahwa yang paling utama adalah tingkat pengawasan dari orang tua dan orang terdekat, itu paling penting," kata Kombes Pol Pasma.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 itu juga menyebutkan, upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, tidak bisa hanya dilakukan Polrestabes dan Pemkot Surabaya, namun peran aktif orang tua dalam menjaga putra-putri mereka lebih optimal juga sangat penting.

"Selama ini kami terus memberikan sosialisasi dan imbauan ke sekolah-sekolah, baik melalui kegiatan pertemuan secara formal maupun informal, juga pemberian (sosialisasi) melalui media sosial," kata mantan Kapolres Metro Jakarta Barat itu.Pewarta: Abdul Hakim

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.