Sukses

Petugas dan Warga Evakuasi Hewan Ternak dari Amukan Awan Panas Semeru

Liputan6.com, Lumajang Evakuasi hewan ternak menjadi bagian penting dalam penanggulangan bencana erupsi Gunung Semeru, karena merupakan aset berharga bagi masyarakat.

Mulai Senin (5/12/2022) pagi, petugas bersama warga mulai mengevakuasi hewan ternak di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro.

"Masyarakat mulai evakuasi hewan ternak dibantu petugas di Kajar Kuning, kalau di Kampung Renteng relatif aman," ungkap Sekretaris Desa Sumberwuluh Samsul Arif.

Samsul juga mengungkapkan, bahwa Dusun Kajar Kuning menjadi daerah terparah terdampak Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru. Evakuasi hewan ternak tidak bisa dilakukan pada hari pertama dikarenakan kondisi medan yang masih rawan.

Lanjut dia, hewan ternak dievakuasi untuk memastikan keamanan aset milik warga. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya oknum yang memanfaatkan kelengahan warga, seperti yang terjadi pada tahun lalu dia mendapat laporan kehilangan hewan ternak saat erupsi semeru tahun lalu.

"Menurut pantauan kami ternak dikumpulkan di penanggal dan huntap di sana ada kandang dijadikan satu, untuk mencukupi kebutuhan pangan di sana ini kami belum tahu," terangnya.

Sementara itu, Pos Pantau Gunung Api (PGA) Semeru di Gunung Sawur Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro, melaporkan pada periode 00.00 - 06.00 WIB, 5 Desember 2022 Gunung Semeru masih mengeluarkan letusan hingga 4 kali letusan asap tinggi 500 - 700 M.

Gunung Semeru juga sempat mengeluarkan lava dengan jarak luncur 300 M ke arah Besuk Kobokan.

"Gunung jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 500 m di atas puncak kawah," jelas Petugas Pos Pantau Gunung Semeru Mukdas Sofian, Senin (5/12/2022) pagi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Aktifitas Semeru Meningkat

Sejak kemarin, aktivitas Gunung Semeru terus meningkat, status aktifitas Gunung Semeru juga dinaikkan menjadi Level IV Awas. Untuk itu, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 17 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 19 km dari puncak.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS