Sukses

Polisi Pastikan Video Longsor di Pesiri Panggul Trenggalek Hasil Editan

Liputan6.com, Surabaya - Tersebar sebuah video yang menunjukkan terjadi longsor besar di wilayah pesisir selatan Panggul, Trenggalek, Jawa Timur yang mengakibatkan puluhan rumah rusak. Tim Siber Polres Trenggalek memastikan video yang menyebar dalam beberapa hari terakhir itu hoaks.

Kepala Seksi Humas Polres Trenggalek Iptu Siswanto mengatakan saat ini rumah-rumah di daerah Panggul tidak ada yang rusak seperti yang disebutkan dalam video tersebut.

"Itu video hoaks. (Saat ini) di wilayah Panggul tidak ada sama sekali rumah-rumah rusak akibat longsor seperti disebutkan di video itu," katanya di Trenggalek, dilansir dari Antara, Selasa (29/11/2022).

Video tersebut telah membuat masyarakat resah. Siswanto mengaku dirinya menyesalkan kejadian penyebaran video berisi berita bohong tersebut.

Dia memastikan, video yang menyebar luas di media sosial warga Trenggalek itu merupakan potongan video dari peristiwa bencana di daerah lain.

Kendati dalam narasi suara disebutkan di Jalur Panggul terjadi longsor, namun sejatinya itu gambar di daerah berbeda dengan waktu kejadian telah lampau.

"Tidak ada peristiwa di Panggul dengan dampak kerusakan seperti itu,” tandasnya.

Sebelumnya, potongan video singkat yang memperlihatkan kondisi infrastruktur jalan hingga permukiman warga rusak parah akibat bencana alam tanah longsor beredar luas.

Dalam video itu menarasikan jika peristiwa bencana alam itu terjadi di Jalur Panggul Trenggalek. Rupanya video yang beredar luas itu hoaks alias tidak benar.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Hasil Editan

Video yang beredar luas di sejumlah grup–grup percakapan itu telah dikonfirmasi dan diklarifikasi Tim Siber Polres Trenggalek.

Polisi memastikan jika video itu merupakan hasil editan dari sejumlah peristiwa bencana yang terjadi di lain daerah.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial di era keterbukaan publik seperti saat ini, minimal dengan disaring sebelumnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS