10 Lagu Anak yang Menjadi Bagian dari Ingatan Kolektif Beberapa Generasi, Belajar Lewat Musik

Lagu anak yang menjadi bagian dari ingatan kolektif beberapa generasi, mulai dari Balonku Ada Lima hingga Kasih Ibu, beserta sejarah dan maknanya.

Diterbitkan 29 Oktober 2026, 15:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lagu anak yang menjadi bagian dari ingatan kolektif beberapa generasi bukan sekadar hiburan masa kecil. Lagu-lagu tersebut menyimpan kenangan tentang suasana rumah, kegiatan belajar di sekolah, hingga kebersamaan saat bermain bersama teman sebaya.

Sejumlah lagu anak Indonesia tetap dikenal meski zaman terus berubah. Lirik yang sederhana, melodi yang mudah diingat, serta tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat lagu-lagu tersebut terus dinyanyikan oleh orang tua, guru, dan anak-anak.

Kekuatan musik dalam membangkitkan kenangan juga didukung penelitian ilmiah. Dalam artikel Music and Autobiographical Memory (2021), Amy M. Belfi dan Kelly Jakubowski membahas hubungan musik dengan ingatan autobiografis, yakni kenangan seseorang tentang pengalaman hidupnya sendiri.

1. Balonku Ada Lima

Lagu Balonku Ada Lima menjadi salah satu lagu yang akrab dengan masa kecil anak-anak Indonesia. Liriknya mengenalkan warna melalui gambaran lima balon yang dimiliki seorang anak. Tema sederhana ini membuat lagu tersebut mudah digunakan dalam kegiatan belajar di taman kanak-kanak dan sekolah dasar.

Melodi yang ringan membantu anak mengikuti lagu tanpa kesulitan berarti. Anak juga dapat belajar mengenali warna, berhitung, dan mengikuti alur cerita melalui nyanyian.

Penelitian Titi Dewi Rohati dan Wiruma Titian Adi dalam Figurative Language in Indonesian Kids Songs (2024) turut membahas lagu ini sebagai salah satu contoh lagu anak yang populer dan mudah dipahami. Identitas penciptanya tidak perlu dipastikan tanpa bukti yang memadai.

2. Pelangi-Pelangi

Pelangi-Pelangi merupakan lagu anak ciptaan Abdullah Totong Mahmud atau A.T. Mahmud. Lagu ini menggambarkan keindahan pelangi melalui lirik pendek yang dekat dengan pengalaman anak saat melihat alam.

Lagu tersebut juga mengenalkan warna dan mengajak anak memperhatikan lingkungan sekitarnya. Melodinya mudah diikuti sehingga cocok dinyanyikan bersama orang tua maupun guru.

Melansir arsip pemberitaan The Jakarta Post yang diterbitkan ulang oleh Jawawa pada 24 Mei 1998, lagu Pelangi terinspirasi dari rasa ingin tahu salah seorang putri A.T. Mahmud tentang fenomena pelangi. Kisah di balik penciptaannya memperlihatkan bagaimana pengalaman sederhana dapat menjadi karya yang dikenang banyak orang.

3. Naik Delman

Lagu Naik Delman menggambarkan pengalaman bepergian menggunakan kendaraan tradisional yang ditarik kuda. Gambaran perjalanan tersebut membuat anak dapat membayangkan suasana jalan, bunyi kendaraan, dan aktivitas di luar rumah.

Lagu ini juga mengenalkan delman sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia pada masa ketika transportasi tradisional masih banyak digunakan. Anak-anak dapat mengenal kebudayaan melalui cerita yang disampaikan dalam bentuk nyanyian.

Popularitas lagu ini turut terlihat dalam penelitian Rohati dan Adi pada 2024 yang memasukkannya sebagai salah satu lagu anak Indonesia yang dikenal hingga kini. Nama penciptanya sebaiknya tidak disebutkan secara pasti tanpa sumber yang dapat memastikan atribusi tersebut.

4. Cicak-Cicak di Dinding

Cicak-Cicak di Dinding mengenalkan hewan yang mudah ditemukan di rumah. Liriknya menggambarkan perilaku cicak ketika merayap di dinding dan mencari mangsa.

Kedekatan tema dengan kehidupan sehari-hari membuat lagu ini mudah dipahami anak. Orang tua juga dapat memanfaatkannya untuk mengenalkan hewan, gerakan, dan lingkungan rumah melalui kegiatan bernyanyi.

Dalam penelitian Figurative Language in Indonesian Kids Songs (2024), Rohati dan Adi memasukkan lagu ini sebagai salah satu contoh lagu anak yang memiliki lirik sederhana. Kesederhanaan tersebut menjadi salah satu alasan lagu-lagu sejenis mudah diingat dan terus diperkenalkan kepada anak-anak.

5. Bintang Kecil

Bintang Kecil mengajak anak membayangkan bintang yang bersinar di langit. Tema tersebut memperkenalkan keindahan alam sekaligus mendorong anak mengembangkan imajinasi.

Lagu ini sering dikaitkan dengan suasana belajar dan bermain pada masa prasekolah. Melodinya yang sederhana memudahkan anak menghafal lagu tanpa harus memahami konsep yang rumit.

Daya tarik lagu bertema alam terletak pada kemampuannya menghubungkan pengalaman anak dengan sesuatu yang dapat mereka lihat atau bayangkan. Saat menyanyikannyLagu Anak yang Menjadi Bagian dari Ingatan Kolektif Beberapa Generasi (AI Generated)a bersama keluarga, anak juga dapat membangun kenangan yang kelak mengingatkan mereka pada masa kecil.

6. Bangun Tidur

Bangun Tidur merupakan lagu anak ciptaan Pak Kasur. Lagu ini menggambarkan rutinitas setelah bangun pada pagi hari, seperti merapikan tempat tidur dan bersiap menjalani aktivitas.

Pesan tersebut membantu orang tua memperkenalkan kebiasaan baik melalui cara yang menyenangkan. Anak tidak hanya mendengarkan lagu, tetapi juga dapat mempraktikkan kegiatan yang diceritakan dalam liriknya.

Penelitian Representasi Keterkaitan Lagu Anak Jaman Dahulu dengan Kehidupan Jaman Sekarang yang dipublikasikan pada 2018 turut mencantumkan Bangun Tidur sebagai contoh lagu anak yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Lagu ini memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi sarana pengenalan kebiasaan positif.

7. Naik Kereta Api

Naik Kereta Api merupakan lagu anak ciptaan Ibu Sud atau Saridjah Niung Bintang Soedibjo. Lagu ini menggambarkan pengalaman bepergian menggunakan kereta api dan mengajak anak membayangkan perjalanan menuju tempat lain.

Tema transportasi membuat lagu ini dekat dengan pengalaman anak yang pernah naik kereta atau melihatnya melintas. Guru juga dapat menggunakannya untuk mengenalkan alat transportasi dan kegiatan perjalanan.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dalam tulisan Indonesia Membutuhkan Sosok Saridjah Niung, menyebut Ibu Sud sebagai pencipta banyak lagu anak yang tetap dikenal hingga sekarang. Karya-karyanya turut memperkaya lagu yang digunakan dalam kegiatan pendidikan anak.

8. Burung Kutilang

Burung Kutilang merupakan salah satu lagu ciptaan Ibu Sud yang mengenalkan burung melalui gambaran perilaku dan suaranya. Lagu ini membantu anak memperhatikan kehidupan hewan yang berada di lingkungan sekitar.

Liriknya dapat menjadi pengantar untuk membicarakan burung, pepohonan, dan alam. Orang tua atau guru juga bisa mengajak anak mengamati burung di halaman setelah menyanyikan lagu tersebut.

KPAI mencatat Burung Kutilang sebagai salah satu karya Ibu Sud yang masih dikenal dan dinyanyikan. Keberadaan lagu ini memperlihatkan peran pencipta lagu anak dalam memperkenalkan alam melalui bahasa yang sederhana.

9. Kasih Ibu

Kasih Ibu merupakan lagu ciptaan S.M. Mochtar yang mengangkat kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Tema keluarga membuat lagu ini dekat dengan pengalaman emosional anak sejak usia dini.

Lagu tersebut sering digunakan dalam kegiatan pendidikan untuk mengenalkan rasa sayang dan penghargaan kepada orang tua. Anak dapat memahami pesan tentang hubungan keluarga melalui kata-kata yang mudah dimengerti.

Penelitian Rohati dan Adi pada 2024 turut memasukkan Kasih Ibu dalam pembahasan lagu anak Indonesia. Tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membantu lagu ini tetap relevan ketika dinyanyikan oleh generasi berbeda.

10. Menanam Jagung

Menanam Jagung merupakan lagu ciptaan Ibu Sud yang menggambarkan kegiatan menanam dan merawat tanaman. Liriknya memperkenalkan pekerjaan sederhana yang berhubungan dengan pertanian dan lingkungan.

Lagu ini dapat digunakan untuk mengenalkan proses menanam, pentingnya merawat tanaman, serta kebiasaan bekerja bersama. Guru juga dapat memadukan kegiatan bernyanyi dengan praktik menanam biji di sekolah.

Penelitian Representasi Keterkaitan Lagu Anak Jaman Dahulu dengan Kehidupan Jaman Sekarang (2018) mencantumkan Menanam Jagung sebagai salah satu lagu anak yang memiliki hubungan dengan kegiatan sehari-hari. Lagu ini menunjukkan bahwa hiburan dapat sekaligus menjadi sarana belajar.

Mengapa Lagu Anak Lama Tetap Diingat hingga Sekarang?

Lagu anak yang bertahan lintas generasi umumnya memiliki lirik yang mudah dipahami, melodi yang gampang diikuti, serta tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak dapat menghafalnya melalui pengulangan di rumah, sekolah, atau lingkungan bermain.

Penelitian Nicholas Kathios dan rekan-rekannya, On the Role of Familiarity and Developmental Exposure in Music-Evoked Autobiographical Memories (2025), menunjukkan hubungan antara keakraban terhadap musik dan munculnya ingatan autobiografis. Musik yang dikenal sebelumnya lebih mungkin membangkitkan kenangan pribadi pada peserta penelitian.

Kebiasaan menyanyikan lagu yang sama bersama anak dan orang tua juga dapat menciptakan pengalaman bersama. Ketika lagu tersebut terdengar kembali setelah bertahun-tahun, seseorang mungkin teringat pada guru, teman sekolah, suasana rumah, atau kegiatan masa kecilnya.

Berikut lagu anak yang menjadi bagian dari ingatan kolektif beberapa generasi dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (29/10/2026).

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Lagu Anak yang Menjadi Bagian dari Ingatan Kolektif Beberapa Generasi

1. Apa saja lagu anak Indonesia yang populer lintas generasi?

Beberapa contohnya adalah Balonku Ada Lima, Pelangi-Pelangi, Naik Delman, Bintang Kecil, dan Kasih Ibu.

2. Siapa pencipta lagu Pelangi-Pelangi?

Lagu Pelangi-Pelangi diciptakan oleh A.T. Mahmud.

3. Siapa pencipta lagu Bangun Tidur?

Lagu Bangun Tidur merupakan ciptaan Pak Kasur.

4. Mengapa lagu anak lama mudah diingat?

Lagu anak lama umumnya memiliki melodi sederhana, lirik pendek, dan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

5. Apa manfaat menyanyikan lagu anak bersama keluarga?

Kegiatan ini dapat menjadi sarana belajar, membangun kedekatan, dan menciptakan kenangan bersama.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6