Macklemore Gelar Konser Free Palestine, Hasil Penjualan Tiket Akan Disumbangkan

Macklemore umumkan tur Free Palestine di Dublin, Paris, dan London, dengan seluruh hasil tiket disumbangkan usai dicoret dari tur Ed Sheeran.

Diterbitkan 28 September 2026, 10:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Latar Belakang: Dicoret dari Tur Ed Sheeran

Tur Free Palestine tidak bisa dilepaskan dari kontroversi yang lebih dulu menimpa Macklemore. Sebagai pembuka dalam tur Loop milik Ed Sheeran di Amerika Serikat, ia menyampaikan pernyataan pro-Palestina di atas panggung MetLife Stadium, New Jersey, dan membawakan lagu protes "Hind's Hall". Tak lama kemudian, promotor Messina Touring Group mengumumkan bahwa Macklemore tidak lagi tampil di sisa jadwal tur, setelah sejumlah venue disebut tidak akan mengizinkan konser yang menampilkan dirinya. Menurut promotor, mempertahankannya dalam jajaran penampil berpotensi membuat sisa pertunjukan dibatalkan.

Macklemore menyatakan bahwa pemilik Gillette Stadium sekaligus New England Patriots, Robert Kraft, berada di balik penolakan tersebut. Setelah dicoret, ia mengumumkan akan menyumbangkan seluruh pendapatan bersih sebesar 1 juta dolar AS dari tur Sheeran kepada organisasi pendukung warga Palestina, dan menantang Kraft untuk menyamai donasinya. Sebelumnya, Kraft dan Sheeran disebut masing-masing berkomitmen menyumbang 2 juta dolar AS untuk bantuan kemanusiaan di kawasan tersebut, sementara Kraft juga menuduh Macklemore memiliki riwayat retorika antisemit, tuduhan yang dibantah tegas oleh sang rapper.

 

Pernyataan Macklemore soal Kebebasan Panggung

Dalam pernyataannya seputar tur baru ini, Macklemore menegaskan bahwa pada 2026, sikap apolitis di tengah situasi yang ia sebut sebagai genosida sudah tidak lagi relevan. Ia mengatakan, "Tidak peduli terhadap politik di tengah genosida yang terjadi sudah tidak bisa ditolerir lagi", sembari menyebut publik kini meminta para seniman untuk hadir, mengedukasi diri, dan menggunakan panggung lebih dari sekadar hiburan.

Macklemore juga menyampaikan bahwa apa yang menimpanya bukan hanya soal satu seniman atau satu panggung, melainkan soal siapa yang berhak menentukan suara mana yang boleh terdengar di atas panggung. Istilah genosida yang ia gunakan merupakan pandangan pribadinya dan sejumlah pihak lain, sementara Israel secara konsisten menolak tuduhan tersebut dan pihak-pihak terkait memiliki pandangan yang berbeda soal konflik di Gaza.

 

Reaksi dan Sorotan Publik

Kabar ini turut memicu beragam tanggapan. Sejumlah figur publik, termasuk Ms. Rachel, sempat menyatakan bahwa Sheeran "caved" setelah Macklemore dicoret dari tur, sementara di sisi lain pihak penyelenggara menegaskan keputusan diambil demi menjaga kelangsungan sisa pertunjukan. Perdebatan ini pun kembali menyoroti isu yang lebih luas soal kebebasan berekspresi di atas panggung, peran venue dan promotor, serta batas antara hiburan dan penyampaian sikap politik.

Bagi penonton yang berminat, tur ini menawarkan format konser amal, di mana seluruh hasil tiket, bukan sekadar sebagian, akan disalurkan kepada organisasi yang telah ditentukan. Detail penampil tambahan dan jadwal di Amerika Serikat diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Guntur MerdekawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan